Pedomanrakyat.com, Makassar – Fortinet menyelenggarakan Fortinet Security Summit Indonesia 2026 – Makassar Edition di Hyatt Place Makassar, yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pengambil keputusan TI, pelanggan, mitra, dan profesional keamanan siber untuk membahas strategi praktis dalam mengamankan transformasi digital dan memperkuat ketahanan siber di era AI.
Sebagai bagian dari rangkaian roadshow Fortinet di Indonesia, edisi Makassar menjadi wadah bagi berbagai organisasi untuk bertukar pandangan mengenai ancaman keamanan siber yang berkembang, inovasi keamanan, serta strategi untuk membangun pendekatan yang lebih terintegrasi antara jaringan dan keamanan. Acara ini juga menyoroti bagaimana AI mulai diintegrasikan ke dalam solusi keamanan untuk meningkatkan perlindungan, otomatisasi, dan efisiensi operasional di tengah lingkungan digital yang semakin kompleks.
Baca Juga :
Acara yang berlangsung sehari penuh ini menghadirkan keynote dari para eksekutif, sesi berbagi pengalaman pelanggan, diskusi inovasi, sesi teknis, serta hands-on FortiGate lab. Topik utama yang dibahas mencakup konvergensi jaringan dan keamanan, Zero Trust Network Access (ZTNA), Secure Access Service Edge (SASE), keamanan aplikasi, modernisasi operasional keamanan, serta penguatan fondasi keamanan melalui pembelajaran praktis secara langsung.
Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia, mengatakan, AI menciptakan berbagai peluang baru bagi organisasi di Indonesia untuk berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik. Namun, AI juga mengubah lanskap keamanan siber karena ancaman menjadi semakin cepat, canggih, dan meyakinkan.
“Organisasi membutuhkan strategi keamanan yang memungkinkan mereka mengadopsi AI dengan percaya diri, sekaligus memperkuat visibilitas dan ketahanan di seluruh lingkungan digital mereka. Melalui rangkaian Fortinet Security Summit Indonesia, kami mempertemukan pelanggan, mitra, dan para pemimpin industri untuk berbagi wawasan praktis serta mengeksplorasi bagaimana pendekatan terintegrasi antara jaringan dan keamanan dapat mendukung pertumbuhan digital yang aman,” kata Edwin Lim.
Iswadi Ayub, Direktur Operasional & Teknologi Informasi, PT Bank Sulselbar, mengatakan, seiring berkembangnya layanan perbankan digital, ruang yang perlu kami lindungi juga semakin luas, mulai dari mobile dan internet banking, API, cloud, pihak ketiga, endpoint hingga akses jarak jauh. Bagi Bank Sulselbar, keamanan siber bukan semata mengenai mencegah serangan, tetapi juga memastikan layanan tetap aman, andal, dan dipercaya oleh nasabah.
“Karena itu, kami terus memperkuat ketahanan siber melalui kemampuan pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan yang terintegrasi. Di tengah percepatan AI dan inovasi digital, kapabilitas keamanan harus berkembang sejalan dengan transformasi digital agar layanan Bank Sulselbar tetap terlindungi dan kepercayaan nasabah tetap terjaga,” ujarnya.
Luqman Hakim, Kepala Subbagian Infrastruktur Teknologi Informasi, Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial Universitas Hasanuddin, mengatakan, Keamanan siber perlu dipandang sebagai enabler transformasi digital, bukan sekadar lapisan perlindungan. Seiring dengan semakin terhubungnya ekosistem digital, aspek keamanan perlu dipertimbangkan sejak tahap arsitektur dan desain, dengan mengintegrasikan manusia, proses, dan teknologi.
“Pendekatan security-by-architecture dapat membantu organisasi membangun lingkungan digital yang lebih tangguh, sekaligus mempertahankan kepercayaan, keandalan, dan kesinambungan yang dibutuhkan untuk mendukung inovasi digital,” jelasnya.
Fortinet Security Summit Indonesia 2026 – Makassar Edition menegaskan pentingnya kolaborasi dan berbagi pengetahuan antara dunia usaha, profesional teknologi, institusi akademik, serta ekosistem keamanan siber yang lebih luas. Dengan mempertemukan berbagai perspektif, acara ini bertujuan membantu organisasi memahami risiko yang berkembang dengan lebih baik serta mengidentifikasi pendekatan praktis untuk memperkuat ketahanan siber.
Fortinet kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung organisasi di Indonesia melalui solusi keamanan siber yang inovatif, intelijen ancaman yang dapat ditindaklanjuti, serta investasi berkelanjutan dalam pendidikan dan pengembangan keterampilan keamanan siber. Melalui berbagai inisiatif seperti rangkaian roadshow Fortinet Security Summit Indonesia, Fortinet berupaya membantu organisasi membangun fondasi keamanan yang lebih kuat dan mendukung pertumbuhan digital yang berkelanjutan di tengah dunia yang semakin didorong oleh AI.

Komentar