Gubernur Nurdin Sesalkan Ada Gerakan Paksakan Masjid 99 Kubah Digunakan

Editor
Editor

Sabtu, 08 Agustus 2020 06:18

Gubernur Nurdin Sesalkan Ada Gerakan Paksakan Masjid 99 Kubah Digunakan

Pedoman Rakyat, Makassar – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menegaskan bahwa masjid 99 kubah belum laik digunakan untuk aktivitas beribadah.

Penegasan itu disampaikan pascaadanya pelaksanaan salat Jumat yang dilakukan sekelompok masyarakat dari Kaukus masjid 99 Kubah, Jumat (7/8/2020).

Di mana, mereka tidak lagi mengedepankan protokol kesehatan. Hal itu kian diperparah dengan kondisi masjid 99 Kubah yang belum laik pakai. Lantaran kondisinya kotor, tidak ada ketersediaan tempat berwudu, tempat cuci tangan hingga ketersediaan sanitasi seperti toilet.

“Sangat disayangkan ada gerakan dari mereka yang memaksakan menggunakan masjid salat Jumat, sementara kondisinya sangat tidak laik ditempati beribadah,” ujarnya, Jumat (7/8/2020).

Tak hanya pada sisi kebersihan, Nurdin Abdullah juga menyoroti konstruksi bangunan masjid yang belum rampung. Bahkan, menurutnya sangat membahayakan bagi siapa saja yang melakukan aktivitas di dalam.

“Jadi saya mohon, jangan mempertontonkan sesuatu yang tidak mencerminkan diri sebagai seorang intelektual. Jangan gunakan cara-cara yang bisa membuat orang antipati, apalagi masa pandemi masjid yang higienis saja benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia menegaskan, membuka tempat salat khususnya pelaksanaan salat Jumat bukan perkara mudah, karena harus memenuhi syarat-syarat tertentu termasuk izin dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Bukan serta merta ketika mau dipakai, langsung dipakai begitu saja. Tapi harus memperhatikan banyak faktor. Masjid itu harus bersih ditempati salat, bukan seperti kondisi yang ada di masjid Kubah 99 saat ini,” terangnya.

Jika memang ada keinginan besar masyarakat agar masjid 99 Kubah bisa segera dipakai untuk salat. Tentu pihaknya akan mengapresiasi hal itu, hanya harus mengikuti ketentuan yang berlaku termasuk mengedepankan budaya sipakatau dengan memberitahukan ke pemprov Sulsel selaku pemilik aset.

“Komitmen pemprov tentunya ingin agar pembangunan masjid Kubah 99 segera rampung, tapi bukan perkara secepat itu harus dituntaskan ada protap yang harus diikuti. Mengingat, pembangunan ini menggunakan dana APBD yang sudah mencapai Rp100 miliar lebih,” jelasnya.

Nurdin Abdullah menuturkan, penyelesaian pembangunan masjid itu butuh kajian mendalam, audit fisik dan analisa. Termasuk, butuh kordinasi ke DPRD Sulsel untuk rencana penambahan anggaran.

Untuk itu, Nurdin Abdullah kembali mengingatkan kepada siapapun yang hendak menggunakan masjid itu sebaiknya mengurungkan niatnya. Karena, jika dipaksakan tentu dikhawatirkan bisa berujung pada hal yang tidak diinginkan. (zeg)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah11 Februari 2026 17:22
Bupati Irwan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan, 7 Kepala Puskesmas Terima SK
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat kembali ditegaskan Bupati Pinrang ...
Metro11 Februari 2026 16:34
Munafri-Aliyan Kompak Hadiri Peresmian Rebound Padel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Munafri Aliyah Mustika Ilham meresmikan Lapa...
Ekonomi11 Februari 2026 15:25
Aliyah Mustika Ilham Terima Audiensi HPFI Sulsel, Bahas Penguatan UMKM Florist
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menerima audiensi Himpunan Pengusaha Florist Indonesia (HPFI) Sulaw...
Ekonomi11 Februari 2026 15:08
Tanpa Kenaikan, Belanja ASN Maros 2026 Tetap di Kisaran Rp600 Miliar
Pedomanrakyat.com, Maros – Pemkab Maros mengalokasikan hampir Rp600 miliar untuk belanja pegawai pada 2026. Anggaran tersebut mencakup gaji dan ...