Hadiri Bukber di NasDem Tower, Sinyal Golkar Bergabung ke Koalisi Perubahan, Peta Politik Berubah Jelang 2024?

Nhico
Nhico

Rabu, 29 Maret 2023 10:36

Hadiri Bukber di NasDem Tower, Sinyal Golkar Bergabung ke Koalisi Perubahan, Peta Politik Berubah Jelang 2024?

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar NasDem pada Minggu, (26/3/2023) lalu.

Dalam acara tersebut dihadiri elit partai dari Koalisi Perubahan seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Calon Presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan, perwakilan PPP yaitu Waketum PPP Rusli Effendi, Kader Senior Partai Golkar Jusuf Kalla dan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi.

Dalam kesempatan tersebut, politikus senior Partai Golkar Jusuf Kalla memberikan arahan kepada Airlangga agar partainya bergabung ke Koalisi Perubahan.

Diketahui, Golkar merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Sementara NasDem bersama PKS dan Demokrat membentuk Koalisi Perubahan.

Sinyal Partai Golkar akan bergabung dengan Koalisi Perubahan dan membentuk koalisi besar pun muncul dari pernyataan Airlangga usai buka bersama. Airlangga mengatakan, tinggal tunggu kapan mainnya koalisi besar tersebut.

“Koalisi besar di mana-mana menguntungkan Indonesia, jadi kita tunggu tanggal mainnya,” ujarnya.

Sinyal Golkar untuk bergabung dengan Koalisi Perubahan ini dinilai memiliki pesan politik untuk PAN dan PPP.

“Saya melihat hadirnya Golkar kemarin juga merupakan teguran kepada PAN dan PPP yang seolah tidak konsisten di KIB, apalagi secara kursi DPR mereka jauh di bawah Golkar,” kata Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago Dilansir Liputan6.com.

Sebab selama ini, kata Arifki, PAN dan PPP secara terang benderang mendukung orang-orang di luar KIB sebagai calon presiden.

PAN yang dalam beberapa kesempatan mewacanakan dukungan kepada Ganjar Pranowo-Erick Thohir dan PPP juga kerap mendengungkan Sandiaga Uno sebagai calon presiden.

“Namun saat Golkar mulai bergerak, seakan mereka (PAN PPP) panik dan menyinggung janji suci KIB. Padahal yang memulai, kalau menurut saya mereka,” ujarnya.

Jadi, kata Arifki, ini adalah tantangan PAN dan PPP apakah tetap berkomitmen berada dalam Koalisi Indonesia Bersatu.

“Apalagi sekarang PPP hadir Gus Romy (Romahurmuziy) yang kerap mendekat ke partai lain dan bukan berbicara soal potensi kader internal KIB yang tidak kunjung muncul,” ujarnya.

Golkar, kata Arfki, bukan bagian dari Koalisi Perubahan tapi hadirnya Airlangga dalam buka bersama dengan para elit Koalisi Perubahan bisa ikut mengubah konstelasi politik 2024.

“Saya melihat kalau Golkar ini partai yang diterima oleh semua kalangan. Artinya kalau kita lihat beberapa pemberitaan bahwa PAN dan PPP memprotes soal ‘janji suci’ ini menunjukkan kekhawatiran mereka jika Golkar akan medukung capres lain di luar KIB. Tapi untuk Golkar hal itu sepertinya tidak terlalu mengkhawatirkan jika mendukung calon lain mengingat Golkar adalah partai nomer 3 di Parlemen sedangkan PAN dan PPP jauh di bawahnya,” ujar Arifki.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Metro08 Juni 2026 22:28
Heboh Isu Kepala Sekolah Dipaksa Mundur, Ketua Komisi E DPRD Sulsel Indah Siap Panggil Disdik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah, merespon isu dugaan adanya kepala sekolah yang di...
Politik08 Juni 2026 20:32
Saiful Jihad Ajak Anak Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Money Politik
Pedomanrakyat.com, Bone – Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad, memberikan arahan strategis dalam kegiatan luring Pendidikan ...
Metro08 Juni 2026 19:24
Aliyah Dukung Penuh Rangkaian HUT IBI ke-75 dan Penguatan Peran Bidan di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kot...
Nasional08 Juni 2026 18:31
Komisi VI DPR RI Kawal Ketat Moratorium Semen : Investasi Tak Boleh Langgar Hukum dan Tata Ruang
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawal secara ketat kebijakan moratorium pembangunan pabrik semen di In...