Saiful Jihad Ajak Anak Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Money Politik

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 08 Juni 2026 20:32

Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad.
Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad.

Pedomanrakyat.com, Bone – Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad, memberikan arahan strategis dalam kegiatan luring Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Bone, Senin (8/6/2026).

Dalam forum tersebut, ia menantang idealisme generasi muda serta membedah tantangan pengawasan pemilu di era kecanggihan teknologi.

Di hadapan puluhan peserta, Saiful Jihad mengawali arahannya dengan menggugah kesadaran kritis kaum muda terhadap berbagai realita pelanggaran yang kerap mencederai kemurnian kontestasi demokrasi.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga integritas pemilu tidak boleh hanya dibebankan kepada lembaga pengawas, melainkan harus melibatkan keberanian moral dari masyarakat sipil untuk ikut bergerak.

“Jika praktik money politik dan pelanggaran lainnya kita anggap merusak demokrasi lantas kenapa kita tidak berdiri untuk mencegah?” tantang Saiful Jihad.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Bawaslu melalui ruang-ruang kaderisasi seperti P2P ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mengorganisir kepedulian publik tersebut menjadi sebuah gerakan pengawasan partisipatif yang terstruktur di lapangan.

“Maka Bawaslu hadir, adik-adik hadir untuk mengawasi dan mencegah pelanggaran itu agar tidak terjadi,” tegas Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel tersebut.

Lebih lanjut, Saiful menyoroti dinamika kerawanan pemilu kontemporer yang kian kompleks. Menurutnya, modus operandi politik uang kini telah mengalami pergeseran instrumen yang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

Fenomena siber ini menuntut jajaran pengawas partisipatif, khususnya dari generasi muda, untuk memiliki kapasitas digital yang mumpuni agar mampu mendeteksi potensi pelanggaran siber sejak dini.

“Banyak jenis praktik politik uang, kecanggihan teknologi sekarang memperkaya bentuk-bentuk money politik, maka dibutuhkan generasi yang paham dengan kecanggihan itu,” urainya.

Melalui forum edukasi ini, ia berharap para peserta tidak sekadar menyerap materi secara pasif. Diskusi dua arah yang dibangun selama pelatihan didorong untuk melahirkan pola pikir baru yang kreatif, adaptif, serta mampu memberikan efek domino (snowball effect) penyebaran literasi demokrasi di tengah masyarakat luas menjelang Pemilu 2029 mendatang.

“Yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah bagaimana kita membangun diskusi yang lebih inovatif dan menjadi snow ball nantinya di pemilu 2029,” tutup Saiful.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro23 September 2026 23:23
Bunda PAUD Makassar Dorong Komunikasi Efektif untuk Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Public Speaking bertema “Speak with Confidence, Heart & Im...
Daerah23 September 2026 22:22
Bupati Syaharuddin Tinjau Peternakan 200 Ribu Ayam, Telur Sidrap Tembus Kalimantan
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengunjungi salah satu peternakan ayam petelur di Desa Mario, ...
Metro23 September 2026 21:25
Sekda Jufri Rahman: Pengendalian Inflasi Harus Jadi Agenda Strategis Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan Jufri Rahman menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai bagian ...
Olahraga23 September 2026 20:44
KALLA 10K 2026 Gandeng PASI, Makin Kompetitif dan Jadi Daya Tarik Pelari Elite
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla 10K akan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Anjungan Pantai Losari dengan menargetkan 4.500 pelari. Mengga...