Pendidikan

Pengabdian Ke Masyarakat, Pemda di Sulsel Gandeng ADPERTISI Terjun Langsung Pembinaan ke Desa-desa

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Jumat, 10 September 2021 21:08

Pengabdian Ke Masyarakat, Pemda di Sulsel Gandeng ADPERTISI Terjun Langsung Pembinaan ke Desa-desa

Pedoman Rakyat, MakassarPerguruan Tinggi Swasta Indonesia" href="https://pedomanrakyat.com/tag/aliansi-dosen-perguruan-tinggi-swasta-indonesia/">Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI), terus melakukan kegiatan sosial berupa pengabdian dan pembinaan kepada masyarakat hingga ke desa desa.

Sejauh ini, ada dua kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi daerah pengabdian dan pembinaan dosen-dosen yang tergabung dalam ADPERTISI ini, yakni Maros dan Gowa.

Ketua Umum ADPERTISI Buyung Romadhoni mengatakan bahwa, pengabdian kepada masyarakat merupakan kewajiban dosen yg dilakukan setiap semester.

Buyung menuturkna bahwa, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Maros, bahkan kemarin sudah melakukan audiens dengan Bupati Maros, Chaidir Syam.

“Beliau mengarahkan untuk bagaimana pengabdian ke masyarakat ini yang berdampak langsung ke masyarakat,” katanya kepada Pedoman Rakyat, dikonfirmasi Jumat (10/9/2021).

Ia mengungkapakan bahwa, dari hasil audiens itu, ada empat topik yang tersodor dan menjadi fokus pembahasan. Pertama, masalah kesehatan tentang stunting, karena di maros itu termasuk angka stunting lumayan tinggi.

Kemudian, kedua permasalahan UMKM, jadi disana itu kan banyak prodak yang ini lebih digiatkan, karena pengusaha dan produknya sudah ada. Namun, pemahaman tata cara pemasaran barang yang kurang.

Ketiga, masalah air bersih, karena di Maros itu ada salah satu wilayah yang memang tidak terjangkau air bersih, makanya dosen dosen yang diturunkan disitu ahli dan bisa mendampingi masyarakat dalama rangka penanganan air bersih.

“Maksudnya, secara inisiasi masyarakat disitu ada perlakukan terhadap lingkungan sehingga muncul nanti sumber sumber mata air yang bisa menunjang aktifitas warga disitu,” jelas Buyung.

Terakhir masalah pendidikan, pihaknya mendampingi guru guru SD dan SMP di Kecamatan Mandai, karena banyaknya keluhan dari guru.

Untuk itu kata dia, pihaknya membua pendampingan virtual, dimana pihkanya memberikan formula formula kepada guru bagaimana mendampingi siswa terkait metode virtual.

“Alhamdulillah setelah satu minggu kita lakukan pengabdian itu langsung terealisasi diesmikan oleh pak bupati tentang salah satu sekolah percontohan untuk virtual,” terangnya.

“Jadi itu langsung pak Bupati yg minta dan kita akan tindak lanjuti itu, karena setiap dosen yang turun ada laporannya. Tentu kami akan ke Bupati Maros menyampaikan bagaimama perkembangannya,” lanjutnya.

Begitu pun lanjutnya, di Kabupaten Gowa, akhir September atau Oktober mendatang, pihaknya akan melakukan silaturahmi Nasional ADPERTISI yang dimana setiap tahunnya dilaksanakan.

“Nah dalam rangka itu kami datang juga sekaligus dengn pengabdian, nah sekarang ini tahap pemetaan. karena yang hadir (saat audiens dengan Wakil Bupati Gowa) yang ikut mendampingi Kadis Kesehatan dan kadis Pendidikan,” ungakap Buyung.

Ia juga menambahkan, dari pertemuan itu disepakati terkait dengan pemetaan keahlian dosen kemudian pemetaan di gowa terkait tempat yang berhubungan pelaksanaan pengabdian, sesuai dengan para dosen yang akan turun ke lapangan.

“Jadi nanti Gowa akan memaparkan juga bagaimana kondisinya, sehingga itu menjadi data awal bagaimana menganalisis dosen apa yang kita turunkan. Karena kita ada beberapa fokus, parawisata, kesehatan, UMKM kita mau masuk disitu,” bebernya.

Ia berharap, kedepannya kerjasama ini berlanjut, selain itu hasil dari pengabdian tersebut bisa ditindak lanjuti untuk masuk kedalam kebijakan.

“Jadi, kita arahnya kepada kebijakan, bagaimana hasil hasil praktik, pendampingan kita di suatu daerah itu menjadi kebijakan,” harapnya.

Misalnya di Desa, ada dampingan masalah UMKM yang tidak terpasarkan. Kalau bisa ada Peraturan Desa (perdes) mengatur tentang bagaimana tata kelola ekonoma atau BUMDes, itukan bisa menghiduokan UMKM di desa.

Begitu pun, dengan Desa terkendala air bersih, agar nantinya setelah pendampingan itu ada perdes tentang lingkungan atau ada perda tentang lingkungan.

“Na saya kira itu respon yang bagus kalau bisa masuk sampai tata kebijakan, ada rokemndasi dari kami. Dan dasar rekomendasi dosen di lapangan bisa masuk jadi pertimbangan untuk penulisan naskah akademik menjadi kebijakan,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik17 April 2026 16:31
PPP Sulsel Siapkan Muscab Serentak, Cari Pemimpin yang Mampu Hidupkan Mesin Partai
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan bersiap menggelar musyawarah cabang (...
Politik17 April 2026 15:48
Gubernur Sulsel Ungkap Perkembangan Preservasi Jalan Ruas Makassar-Gowa dan Takalar Capai 26 Persen
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membeberkan update progres pelaksanaan program Multiyears Pro...
Ekonomi17 April 2026 15:33
Gak Perlu Jauh! Semua Kebutuhan Haji, Umrah dan Oleh-oleh Khas Timur Tengah Kini Hadir di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, dan oleh-oleh khas Timur Tengah terbesar di Indonesia, resmi membuka ca...
Daerah17 April 2026 15:20
1.856 ASN WFH, Pemkab Maros Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu
Pedomanrakyat.com, Maros — Pemerintah Kabupaten Maros mulai menerapkan sistem work from home (WFH) bagi ASN secara penuh pekan ini. Dari total 6.392...