Idul Fitri: Hanya Warga Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang Boleh Melintas di Parepare

A. Zafran
A. Zafran

Rabu, 05 Mei 2021 15:22

Idul Fitri: Hanya Warga Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang Boleh Melintas di Parepare

Pedoman Rakyat, Makassar – Pemerintah Kota Parepare bersama Forkopimda yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 menggelar rapat koordinasi perihal perpanjangan pemberlakuan kedisiplinan protokol kesehatan dan pelarangan mudik serta persiapan menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H.

Rapat koordinasi yang dihadiri Kapolres, AKBP Welly Abdillah, Kajari, Didi Haryono, Ketua DPRD Andi Nurhatina, dan sejumlah Kepala SKPD ini menyepakati sejumlah kebijakan demi kedisiplinan protokol kesehatan.

Salah satu di antaranya mengenai memperketat pengawasan pengendara yang melintasi wilayah Parepare.

Tiga titik perbatasan, baik di batas kota Parepare-Sidrap, Parepare-Pinrang, maupun Parepare-Barru dijaga ketat 140 aparat TNI/Polri, Satpol, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan yang “meronda” hingga 24 jam secara shift.

“Adanya pelarangan mudik yang tegas untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kapolres dengan membuat pos penyekatan di tiga titik yakni perbatasan Pinrang, Sidrap dan Barru,” ujar Taufan Pawe dalam rakor yang digelar di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2021).

Secara teknis, Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah menguraikan penyekatan arus mudik sebagai implementasi instruksi pemerintah pusat.

Bagi pengendara yang melintas kata dia, wajib memperlihatkan identitas kependudukan. Jika tidak, pengendara tersebut siap-siap memutar balik arah kendaraannya.

“Khusus warga Barru, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang diperbolehkan untuk melintas di Kota Parepare dengan syarat menunjukkan KTP. Selain dari itu, maka langsung putar balik tidak boleh melintas. Di setiap batas kota dipasangi spanduk yang bertuliskan warga Kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang (Ajatappareng) bisa melintas dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk,” tegas pria berkacamata ini.

Kendati demikian, Satgas Penanganan Covid-19 Parepare memberikan kebijakan bagi ibu hamil, orang yang bertujuan mengunjungi orang sakit, melayat, atau sedang melakukan perjalanan dinas dengan catatan memperlihatkan surat keterangan sebagai bukti otentik.

“Akan ada teknis penyekatannya,” imbuh Welly.

Selain kebijakan itu, Satgas Covid-19 yang dipimpin Wali Kota Parepare, Taufan Pawe juga menyepakati peniadaan takbir keliling. “Juga larangan salat id di lapangan besar. Semuanya dilaksanakan di masjid atau di lapangan kecil. Ini untuk memastikan tidak terjadinya kerumunan sehingga memicu penyebaran Covid-19,” paparnya.

Penulis : Zaenal

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional14 Mei 2021 18:02
Siap-siap! Ini Rencana Polisi Bagi Warga 1 Juta DKI Jakarta yang Nekat Mudik
Siap-siap! Ini Rencana Polisi Bagi Warga Ratusan Ribu DKI Jakarta yang Nekat Mudik...
Nasional14 Mei 2021 17:05
Pesawat Rombongan WNA China Masuk Indonesia saat Lebaran Tak Terdaftar Jadwal Kedatangannya
Pedoman Rakyat, Jakarta – Sebanyak 114 warga negara asing (WNA) asal China masuk ke Indonesia, pada Kamis (13/5/2021) atau pada saat hari raya i...
Nasional14 Mei 2021 16:46
Muhammadiyah: KPK Tamat di Tangan Jokowi, Ali Ngabalin: Cocoknya Buat LSM
Pedoman Rakyat, Jakarta – Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memposting berita pernyataan Muhammadiyah tentang komisi p...
Nasional14 Mei 2021 16:01
Lebaran Hari Kedua, Gempa 7,2 Magnitudo Guncang Nias Barat, Warga Berlarian Keluar Rumah
Lebaran Hari Kedua, Gempa Berkekuatan 7,2 Magnitudo Guncang Nias Barat, Warga Panik dan keluar Rumah...