Imbas Harga Kedelai Naik, Tahu-Tempe Diprediksi Sumbang Inflasi di Sulsel

Editor
Editor

Rabu, 13 Januari 2021 17:21

Penjual tahu di pasar tradisional Makassar
Penjual tahu di pasar tradisional Makassar

Pedoman Rakyat, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat kenaikan harga kedelai di awal 2021 akan menjadi salah satu komoditi yang menyumbang inflasi. Produk olahan dari kedelai yakni tahu dan tempe juga diprediksi mengalami inflasi menyusul kenaikan harga kedelai di pasar global.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah mengatakan sepanjang 2020, kedelai tidak masuk salah satu komoditi penyumbang inflasi di Sulsel. Namun, naiknya kedelai di awal tahun ini diperkirakan akan menjadi salah satu indikator penyumbang inflasi.

“Apalagi saya menilai dua komoditas olahan dari kedelai itu di sepanjang 2020 naik tidak signifikan sehingga memberi sumbangan terhadap inflasi di Sulsel,” ujarnya di Makassar, Selasa (12/1/2021).

Yos menambahkan dalam menghitung laju inflasi maupun deflasi diambil dari 10 besar komoditi yang menjadi penyumbang besar terhadap indeks harga konsumen. Pada 2020, ada banyak komoditi di Sulsel yang menjadi indikatornya dan kedelai tidak termasuk dalam komoditi penyumbang inflasi tersebut.

Dia juga belum bisa memperkirakan sejauh mana kenaikan harga kedelai di pasaran karena pemerintah telah bergerak cepat mengatasi kenaikan harga tersebut.

“Kita pantau saja terus. Jika harga kedelai ini terus naik hingga akhir Januari, bisa saja kedelai akan menjadi salah satu komoditi penyumbang inflasi itu. Tapi kita lihat saja perkembangannya,” tambahnya.

Salah satu pedagang tahu dan tempe di Pasar Tradisional Terong, Makassar, Ardi mengatakan kenaikan harga bahan baku produknya, berupa kedelai, memang terjadi sepekan terakhir itu. Namun, dirinya mengaku kenaikannya masih wajar.

“Harganya naik tapi masih wajar. Kalau naiknya itu 20-30 persen dari harga awal itu baru tidak wajar. Saya sering beli 15 sampai 20 kilogram per harinya untuk buat tahu dan tempe dan kenaikannya cuma sekitar Rp 5 ribuan saja,” terangnya. (ria)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik15 Oktober 2026 15:17
PSI: Reputasi Jokowi Bukan Sekadar Nama, Karyanya Masih Dirasakan Rakyat
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai reputasi politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (...
Uncategorized15 Oktober 2026 15:14
Hotspot Nasional 372 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Lapangan dan Perlindungan TN Tanjung Puting
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan ...
Nasional15 Oktober 2026 15:03
Puting Beliung Membara Tak Patahkan Semangat Manggala Agni Kemenhut
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan punya Manggala Agni Kemenhut sebagai brigade khusus atau satuan tugas tingkat nasional di baw...
Metro15 Oktober 2026 14:43
Kabut Asap Makin Pekat, Wali Kota Parepare Instruksikan Siswa TK hingga SMP Belajar Daring demi Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Parepare – Pemerintah Kota Parepare memberlakukan pembelajaran daring selama dua hari bagi siswa TK hingga SMP menyusul kondisi k...