Indikasi Awal SDM KPK Perlahan Dihabisi

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Selasa, 04 Mei 2021 16:31

Indikasi Awal SDM KPK Perlahan Dihabisi

Pedoman Rakyat, Jakarta – Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, mencium ada indikasi sumber daya manusia (SDM) di lembaga antirasuah saat ini sedang dihabisi.

Komisioner di era Abraham Samad itu mencium gelagat tersebut menyusul ada kabar 75 pegawai KPK tak lolos tes wawasan kebangsaan dan terancam diberhentikan kerja oleh pimpinan KPK.

“Yang mengerikan, kini, batas api kepantasan telah dilanggar. Jika info di media benar, ada indikasi SDM KPK mulai dihabisi,” terang BW, begitu akronimnya, yang dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (4/5/2021).

Pegawai KPK, lanjut dia, selama ini telah bekerja sepenuh hati karena telah bertaruh nyawa demi memberantas korupsi. Akan tetapi, situasi kini sangat berbeda.

“Justru malah mau disingkirkan semena-mena hanya dengan berbekal hasil tes ala Litsus orde baru,” BW menambahkan.

BW lantas menduga situasi yang berkembang saat ini merupakan bagian dari strategi menghancurkan KPK. Sebab, lanjut dia, pada saat yang bersamaan pegawai KPK tengah menuntaskan kasus dugaan korupsi terkait bansos Covid-19, izin ekspor benih lobster, hingga kasus Tanjungbalai yang seluruhnya melibatkan orang-orang berkuasa.

“Apakah ini salah satu misi dan sasaran ‘penghancuran’ KPK?” ucap dia.

Ia pun menilai indikasi penghancuran KPK dilakukan secara terstruktur dan sistematis, mulai dari revisi UU KPK hingga pimpinan KPK terpilih yang disebutnya sarat kontroversi.

Asal diketahui, saat ini di KPK memang menggelar tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Hanya, beredar kabar terdapat 75 pegawai KPK tidak lolos tes dan terancam diberhentikan.

Bahkan Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa juga sudah merespon kabar yang beredar tersebut. Ia mengatakan hasil TWK masih tersegel dan disimpan di gedung Merah Putih KPK.

“Dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK,” kata Cahya melalui pesan tertulis, Selasa (4/5/2021).

 Komentar

Berita Terbaru
Metro03 Februari 2026 19:25
Di Rakornas 2026, Gubernur Andi Sudirman Tegaskan Kesiapan Sulsel Jalankan Program Prioritas Presiden
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat...
Metro03 Februari 2026 18:31
Sejalan Asta Cita Presiden, Pemkot Makassar Jalankan Digitalisasi Penyaluran yang Transparan dan Akuntabel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, akan terus meningkatkan efisiensi proses penyaluran bantuan sosial, melalui pemanfaatan ...
Metro03 Februari 2026 18:16
Proyek Preservasi Jalan Hertasning Tunjukkan Progres Signifikan, Manfaat Mulai Dirasakan Warga
Pedomanrakyat.com, Makassar – Progres penanganan preservasi Jalan Paket 1, khususnya ruas Jalan Hertasning di Kota Makassar, kini menunjukkan perkem...
Daerah03 Februari 2026 17:16
Temui Kemensos, Bupati Irwan Usulkan Lahan Sekolah Rakyat untuk Warga Pinrang
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Pemerintah Kabupaten Pinrang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional sebagai upay...