Ininnawa, Film Dokumenter Panjang Karya Anak Makassar Menangkan Piala Citra FFI 2022

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 23 November 2022 17:25

Film Ininnawa: An Island Calling Sukses Raih Penghargaan Piala Citra FFI 2022, Nominasi Film Dokumenter Panjang.
Film Ininnawa: An Island Calling Sukses Raih Penghargaan Piala Citra FFI 2022, Nominasi Film Dokumenter Panjang.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Film Ininnawa: An Island Calling karya sutradara Arfan Sabran sukses meraih penghargaan bergensi Piala Citra Festival Film Indonesi (FFI) 2022.

Film Ininnawa: An Island Calling masuk kategori atau nominasi Film Dokumenter Terpanjang dan berhasil mengungguli empat pesaingnya.

Film Ininnawa Berhasil Raih Piala Citra FFI 2022.

Di antaranya, Film Atas Nama Daun karya Mahatma Putra, Mencari Ibu karya Dwiki Marta dan Ayomi Amindoni, Roda-roda Nada karya Yuda Kurniawan, dan Segudang Wajah Para Penantang Masa Depan karya I Gde Mika dan Yuki Aditya.

Sutradara Film Ininnawa: An Island Calling, Arfan Sabran mengatakan bahwa, film Ininnawa ini digarap selama 12 tahun dan merupakan lanjutan dari film Suster Apung.

Sutradara Film Ininnawa: An Island Calling, Arfan Sabran.

“Lokasinya di Pangkep, di Segeri sama di Kepulauan Liukang Tangaya, dekat Flores tapi masih masuk Pangkep, pulau Sarane sama Sabalana,” kata Arfan kepada pedomanrakyat.com, Rabu (23/11/2022).

Arfan menuturkan bahwa, pesan yang ingin disampaikan lewat film ini adalah bagaimana hubungan para pekerja – pekerja kesehatan di pulau-pulau terpencil.

Proses Penggaranapan Film Ininnawa: An Island Calling.

 

“Jadi bagaimana petugas-petugas kesehatan bekerja di pulau-pulau terpencil yang harus menyeimbangkan antara tugas dan keluarga,” tutur Arfan.

Ia menambahakan bahwa, film ini baru akan di rilis dan diperkenalkan ke masyarakat, untuk menkampanyekan soal petugas petugas kesehatan yang bekerja di pulau-pulau.

Lanjutnya, film Ininnawa ini merupakan film Suster Apung. Di mana film Suster Apung menceritakan soal ibu Rabiah yang sekarang di ikuti anaknya bertugas di Pulau terpencil sebagai bidang.

“(Film Ininnawa) lanjutan (film Suster Apung) kalau dulu tentang ibunya ji, sekarang ibu dan anaknya dan cucunya,” terangnya.

Arfan menuturkan bahwa, Suster Apung ini merupakan film pendek pertama yang tayang pada 2006. Sesuai dengan novelnya dengan judul Suster Apung

“Diterbitkan Sama kompas, terus sudah itu buatn film versi pendeknya judul Rabiah dan Mimi diputar di Tokyo di NHK Stasiun jepang, setelah itu bikin mi film panjangnya judul Ininnawa,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Agustus 2026 12:15
Bimtek Fraksi NasDem se-Sulsel Jadi Momentum Perkuat Soliditas Kader
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan menggelar konsolidasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) an...
Olahraga29 Agustus 2026 18:30
Ismail Ingatkan Cabor Target KONI Makassar di Porprov Sulsel, 200 Emas dan Pertahankan Tradisi Juara
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ismail, ingatkan Cabang Olahraga (Cabor) terkait ag...
Olahraga29 Agustus 2026 17:33
Parepare Tuan Rumah Piala Gubernur 2026 Regional Timur, Peserta Bakal Disuguhi Fasilitas Standar Liga Internasional
Pedomanrakyat.com, Parepare – Kota Parepare menjadi tuan rumah Turnamen Sepakbola Piala Gubenur Sulawesi Selatan 2026 Volume 2. Even olahraga in...
Metro29 Agustus 2026 16:04
Munafri Apresiasi Tata Kelola Keuangan KONI Makassar: Sistem Pengelolaan Juga Harus Fair Play
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar...