JIAT Hadir di Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 12 Mei 2026 18:30

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, meresmikan uji pengaliran JIAT ini berlangsung di Desa Rijang Panua.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, meresmikan uji pengaliran JIAT ini berlangsung di Desa Rijang Panua.

Pedomanrakyat.com, Sidrap – Persoalan klasik ketersediaan air bagi petani di lahan tadah hujan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menemukan titik terang.

Melalui peresmian Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Program Inpres, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif kini membidik target ambisius: produktivitas 10 ton gabah per hektare.

Dimana, kegiatan peresmian sekaligus uji pengaliran JIAT ini berlangsung di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, pada Selasa (12/5/2026).

Agenda tersebut ditandai dengan serah terima fasilitas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Dalam sambutannya, Syaharuddin mengapresiasi kehadiran delapan unit JIAT yang tersebar di wilayah Sidrap. Menurutnya, teknologi ini merupakan jawaban langsung atas keluhan petani selama ini yang sangat bergantung pada curah hujan.

“Program ini sangat bermanfaat karena persoalan air yang selama ini menjadi kendala utama petani kini mulai teratasi,” ujar Syaharuddin di lokasi kegiatan.

Dengan jaminan pasokan air yang lebih stabil, Bupati yang akrab dengan dunia pertanian ini langsung memasang target tinggi. Ia mendorong para petani untuk beralih ke program IP300, yakni pola tanam tiga kali dalam setahun.

Beberapa poin penekanan Bupati untuk mencapai swasembada tersebut antara lain: Mencapai 10 ton per hektare, Penggunaan benih yang seragam untuk kualitas maksimal, dan Pengaturan pola tanam secara kolektif agar manajemen air dan hama lebih efektif.

Tak hanya soal teknis di sawah, Syaharuddin juga menyinggung aspek ekonomi petani. Ia mengungkapkan bahwa saat ini harga gabah berada di level yang menggembirakan, yakni Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram.

“Kami berkomitmen menjaga masyarakat dan petani Sidrap. Pemerintah daerah akan terus memantau pasar agar harga tetap menguntungkan bagi produsen,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, PPK Pendayagunaan Air Tanah BBWS Pompengan Jeneberang, Trisno Widodo, menjelaskan bahwa pembangunan sumur JIAT ini memang diprioritaskan untuk kawasan marginal.

“Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses air irigasi teknis,” jelas Trisno.

Acara ditutup dengan peninjauan langsung sumur JIAT oleh Bupati beserta jajaran OPD terkait, termasuk Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin dan Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata.

Syaharuddin juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para petani guna menyerap aspirasi terkait kondisi pengairan di lapangan.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 Agustus 2026 19:26
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Appi Tekankan Pemerintah Harus Jadi Pelayan Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati H...
Nasional17 Agustus 2026 18:22
Kemenhut Lanjutkan Tahap Pendinginan dan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Pedomanrakyat.com, Probolinggo – Kementerian Kehutanan, terus melakukan tahapan pendinginan dan penyisiran area bekas terbakar (mopping up) di k...
Metro17 Agustus 2026 17:18
Paskibraka Makassar Bawa Semangat TIM NARYA, Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Rotterdam
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di bawah langit ikonik Lapangan Karebosi Makassar, suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan deti...
Edukasi17 Agustus 2026 16:21
HUT ke-81 RI, Sekolah Islam Athirah Tekankan Pentingnya Pendidikan yang Berkeadilan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekolah Islam Athirah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/20...