Kaesang Pangarep Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik dalam Menentukan Sistem Pemilu Kedepan

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 29 Januari 2026 22:36

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menyampaikan pidato politik dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai 29 hingga 31 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, Ketum PSI Kaesang Pangarep, menyinggung terkait isu pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung atau Pilkada lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD.

Ia menyampaikan bahwa, bangsa ini sudah memulai pemilihan kepala daerah sejak tahun 2005, artinya hampir 20 tahun ini proses demokrasi berjalan.

“Evaluasi terus dilakukan, kita harus jujur mengakui pemilihan langsung masih memiliki berbagai kekurangan. Mulai dari praktik politik, hingga persoalan ambang batas pencalonan yang awal mulanya berbasis kursi lalu diubah menjadi ambang batas perolehan suara sah baik politik,” ujar Kaesang.

Kata Kaesang, pesan utamanya jelas, bangsa ini sedang terus belajar memperbaiki sistem pemilihannya, perubahan demi perubahan dilakukan agar sistem demokrasi mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan berpihak kepada masyarakat Indonesia.

“Dalam konteks ini PSI berpandangan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam menentukan sistem pemilu kita seperti apa ke depannya,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa, meskipun PSI saat ini belum memiliki kewenangan menentukan sikap di Senayan terkait revisi undang-undang. Namun ia menegaskan, sikap PSI akan selalu satu suara dengan rakyat Indonesia.

Olehnya itu, Rakernas PSI adalah momentum yang sangat baik, sebagai konsolidasi nasional sekaligus tindak lanjut transformasi pasca Kongres di Solo.

Menurutnya, PSI telah bertransformasi bukan hanya soal logo, tetapi juga cara pandang menjadi partai yang lebih terbuka. Partai super terbuka adalah jawaban atas tantangan zaman.

“Atas praktek politik tertutup yang menciptakan jarak antar elit dengan anggota bahkan dengan masyarakat. Dimana keputusan-keputusan seringkali hanya ditentukan oleh struktur, tanpa melibatkan kader sama sekali,” terang Kaesang.

“Melalui rakenas kita menemukan PSI sebagai rumah bersama, rumah bagi buruh, rumah bagi nelayan, rumah bagi petani, rumah bagi pekerja informal. Siapapun seluruh lapisan masyarakat kita terima,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro02 Februari 2026 16:36
Lukman B Kady Usul Pansus untuk Pastikan Hak Pemilik Lahan di Perum Perumnas BTP
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan membahas status lahan d...
Nasional02 Februari 2026 15:16
Prabowo Peringatkan Mantan Bos-bos BUMN: Siap-siap Dipanggil Kejagung!
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak efisien dan m...
Politik02 Februari 2026 14:59
Isu Lockdown Picu Kenaikan Harga, DPRD Luwu Utara Desak Penertiban BBM
Pedomanrakyat.com, Lutra – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Utara, Karemuddin, meminta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPKUKM) Luwu Utara s...
Metro02 Februari 2026 14:29
Pemkot Makassar dan PIP Percepat Hibah Aset Dukung Pembangunan Stadion Untia
Pedomanrakyat.com, Makassar — Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly mendorong percepatan proses pelaksanaan hibah Pemerintah Kota (Pemkot...