Keluarga Korban Tuntut Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelanggaran HAM Berat

Nhico
Nhico

Jumat, 18 November 2022 11:04

Keluarga Korban Tuntut Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelanggaran HAM Berat

Pedomanrakyat.com, Malang – Keluarga korban ingin Tragedi Kanjuruhan ditetapkan sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.

Pendamping Tim Gabungan Aremania sekaligus Sekjen Federasi KontraS Andy Irfan menyampaikan keinginan keluarga korban itu saat di Komnas HAM.

“Serangan itu bukan secara impulsif tapi sistematis,” kata Andy di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Kamis (17/11).

Dia meminta Komnas HAM segera membentuk tim ad hoc untuk menetapkan tragedi Kanjuruhan sebagai pelanggaran HAM berat.

“Kita berharap komisioner yang baru di Komnas HAM ini bisa segera membentuk tim penyelidikan ad hoc dugaan pelanggaran HAM berat di Kanjuruhan,” ucapnya.

Andy menganggap Tragedi Kanjuruhan terjadi secara sistematis. Menurutnya itu terlihat dari penyemprotan gas air mata yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Andy menyebut pada video yang beredar, polisi terlihat menembakkan gas air sebanyak 45 kali. Gas air mata itu ditembakkan ke berbagai arah tribun.

“Ada tanggung jawab komando di situ yang sangat terorganisir,” ujarnya.

Andy menilai tembakan gas air mata itu penyebab puluhan orang meninggal. Sebab, puluhan penonton itu ditemukan tewas di tribun, bukan di pintu tribun yang penuh sesak.

Terlebih, lanjut Andy, eks Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta pernah mengakui bahwa penembakan gas air mata di stadion pada 1 Oktober lalu sudah sesuai prosedur.

“Artinya, kalau mau mengacu pada pernyataan Kapolda Jatim waktu itu, kemarin 136 orang itu sesuai prosedur, itu kan fatal sekali,” ujar Andy

Andy juga berpendapat rekomendasi dari Komnas HAM masih abstrak. Oleh sebab itu, dia dan keluarga korban Kanjuruhan mendatangi Komnas HAM.

“Rekomendasi Komnas HAM masih sangat abstrak bagi korban ya, maka itu tujuannya untuk datang ke sini, agar permasalahan bisa jadi konkret, bisa menjawab pemenuhan rasa keadilan ini,” ujar dia.

Selain itu, dia juga menyayangkan hasil investigasi Komnas HAM yang menyebut tragedi Kanjuruhan bukan pelanggaran HAM berat. Menurut dia, tragedi Kanjuruhan memenuhi unsur itu.

“Kami ingin Komnas HAM membentuk tim ad hoc tragedi Kanjuruhan,” ucapnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga12 Februari 2026 12:03
Lapangan Gaspa Palopo Rampung, Gubernur Sulsel: Semoga Jadi Sarana Pola Hidup Sehat Warga
Pedomanrakyat.com, Palopo – Pelaksanaan revitalisasi Lapangan Gaspa, Kota Palopo telah rampung. Sarana olahraga kebanggaan warga Palopo itu, kin...
Daerah12 Februari 2026 11:37
Minta Diskresi Presiden, Surat Datu Luwu Diserahkan ke DPR RI
Pedomanrakyat.com, Lutra – Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, menyerahkan surat Datu Luwu kepada Presiden RI Prabowo Subianto melalui Komisi II DPR ...
Daerah12 Februari 2026 11:17
Satgas Sapu Bersih Tinjau Gudang Beras dan RPH di Gowa, Pastikan Stok dan Mutu Terjaga
Pedomanrakyat.com, Gowa – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Pangan melakukan peninjauan langsung ke gudang beras dan ...
Daerah12 Februari 2026 10:26
12 Peserta Melaju ke Semi Final KTIQ MTQ XI Luwu Timur
Pedomanrakyat.com, Lutim – Cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada Majelis 6 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabup...