Kemenhut Apresiasi Kelahiran Tiga Anak Harimau Benggala di Taman Safari Prigen

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 01 Mei 2026 21:28

Anak harimau benggala (Panthera tigris tigris).
Anak harimau benggala (Panthera tigris tigris).

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan lembaga konservasi Taman Safari Indonesia II Prigen dalam mencatatkan kelahiran tiga anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) pada awal Maret 2026.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa upaya konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan pengelolaan genetik yang baik mampu mendukung keberlanjutan populasi satwa liar.

Dua anak harimau benggala berwarna oranye lahir pada 1 Maret 2026, disusul satu anak harimau benggala putih pada 3 Maret 2026 dari pasangan indukan Anja dan Rinjani.

Kelahiran ini tidak hanya menambah populasi, tetapi juga mencerminkan adanya keberagaman genetik yang sehat dalam pengelolaan konservasi ex-situ.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia dan dunia.

“Keberhasilan reproduksi ini menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya tentang menjaga jumlah populasi, tetapi juga memastikan kualitas genetiknya. Negara mendorong pengelolaan konservasi yang berbasis sains, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Keberadaan harimau benggala putih, yang muncul dari gen resesif langka, menjadi indikator penting dalam pengelolaan populasi satwa yang sehat.

Keanekaragaman genetik memiliki peran krusial dalam meningkatkan daya adaptasi satwa terhadap perubahan lingkungan, menjaga ketahanan populasi, serta mengurangi risiko gangguan genetik.

Kementerian Kehutanan juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif lembaga konservasi, tenaga profesional, serta dukungan masyarakat luas.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, pengelola konservasi, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa liar.

“Konservasi adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan seperti ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga satwa liar dan habitatnya,” tambahnya.

Saat ini, seluruh indukan dan anak harimau berada dalam kondisi sehat dan berada di bawah pengawasan intensif tim medis dan perawat satwa.

Pemerintah memastikan bahwa praktik pengelolaan kesejahteraan satwa (animal welfare) tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan konservasi.

Sebagai bagian dari komitmen nasional, Kementerian Kehutanan terus memperkuat program konservasi baik secara in-situ maupun ex-situ, termasuk melalui peningkatan standar pengelolaan lembaga konservasi, pengawasan keberlanjutan genetik, serta edukasi publik.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa pelestarian satwa liar bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah18 September 2026 15:41
Wabup Puspawati Tegaskan Luwu Timur Siap Eksekusi Arahan Presiden Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pedomanrakyat.com, Lutim– ‎Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi arahan Presiden RI terkait pemetaan sektor po...
Daerah18 September 2026 14:28
BBM Kembali Normal, Pemkab Maros Kembalikan Pembelajaran Tatap Muka
Pedomanrakyat.com, Maros — Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Maros kembali diberlakukan setelah pasokan dan distribusi BBM dinyatakan norma...
Politik18 September 2026 14:08
DPRD Makassar Gelar Rapat Paripurna, Bahas Perubahan Ketiga Tata Tertib Dewan
Pedomanrakyat.com, Makassar — Rapat Paripurna Kedua Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Makassar digelar di Ruang Sipakatau La...
Nasional18 September 2026 13:44
Hotspot Nasional Turun, Riau Nihil, Pengendalian Sumsel Diperkuat
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pema...