Kementan Bersama FAO dan USAID Luncurkan Program Ketahanan Kesehatan Global

Nhico
Nhico

Selasa, 29 Juni 2021 21:26

Kementan Bersama FAO dan USAID Luncurkan Program Ketahanan Kesehatan Global

Pedoman Rakyat, Jakarta – Pandemi COVID-19 menunjukkan jika wabah penyakit menular berdampak pada kesehatan, ekonomi, politik, dan sosial.

Pandemi menyebar ke seluruh negara dan tidak sepenuhnya siap menghadapi pandemi berikutnya.

Berbagai ancaman, pandemi berkaitan dengan penyakit “zoonosis”, penyakit hewan yang menjangkit pada manusia. Karenanya, hal ini menjadi prioritas pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia, bersama 70 negara lainnya, melakukan inisiasi global, yang disebut Global Health Security Agenda (GHSA).

Tujuannya untuk menjaga dunia aman dari ancaman penyakit menular.

Kementerian Pertanian, Emergency Center for Transboundary Animal Diseases (FAO ECTAD) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), resmi meluncurkan Program Ketahanan Kesehatan Global (GHSP), Selasa (29/6/2021).

“Saya berharap agar sinergi pelaksanaan proyek GHSP sesuai peraturan yang berlaku. Mengambil best practices dan lesson learned dari pengalaman implementasi proyek-proyek sebelumnya,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, Selasa (29/6/2021).

Kasdi mengatakan, upaya yang dilakukan saat ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

GHSP sendiri adalah program baru dari kolaborasi panjang Kementerian Pertanian dan FAQ ECTAD-USAID dalam mencegah pandemi.

Kerja sama ini berawal saat pandemi Avian Influenza pada tahun 2006. Indonesia merupakan negara dengan kasus flu burung H5N1 dengan kematian manusia terbanyak hingga tahun 2014.

Sementara jumlah kasus flu burung pada manusia telah menurun secara signifikan. Namun, situasi endemik virus H5N1 masih menjadi ancaman bagi industri perunggasan dan kesehatan manusia.

Selain flu burung, banyak daerah di Indonesia yang masih menjadi endemik penyakit zoonosis seperti rabies dan antraks

Program GHS yang akan berjalan selama empat tahun ke depan berfokus pada dukungan teknis di empat area.

Pertama yaitu kolaborasi multi sektor dan pengembangan kebijakan. Kedua, surveilans, laboratorium dan identifikasi risiko.

Ketiga, kesiapsiagaan dan respons penyakit dengan One Health. Dan keempat, kesehatan unggas nasional dan pengendalian resistansi antimikroba.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro02 Februari 2026 23:06
Pimpin Rapat Perdana, Salim Basmin Tekankan Diskominfo Sulsel Perkuat Sinergi Media dan OPD
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Provinsi Sul...
Politik02 Februari 2026 22:33
Bawaslu Sulsel Matangkan Program 2026, Optimalkan Kinerja di Tengah Keterbatasan Anggaran
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan program dan anggaran Tahun 2026 pada Senin (2/2/2026). Ra...
Berita02 Februari 2026 21:34
Kantongi SK Bupati, Lokasi CSR Aksi Mangrove Lestari KALLA Resmi Jadi Kawasan Konservasi
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Program Corporate Social Responsibility (CSR) KALLA, Aksi Mangrove Lestari di Kelurahan Tekolabbua kini memasuki fase b...
Metro02 Februari 2026 20:24
Komisi E DPRD Sulsel Terima Aduan Syamsuriati, Tegaskan Putusan Pengadilan Tetap Jadi Acuan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menerima aspirasi dan pengaduan masyarakat dari Syamsuriati, mantan Aparat...