Kementan Dukung UMKM Pangan Lokal Kembangkan Bisnis Pangan Olahan

Jennaroka
Jennaroka

Kamis, 03 Juni 2021 14:30

Kementan Dukung UMKM Pangan Lokal Kembangkan Bisnis Pangan Olahan

Pedoman Rakyat, Bogor – Kementerian Pertanian terus mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pangan olahan dalam upaya mengembangkan potensi pangan lokal.

Gayung pun bersambut. Langkah Kementan tersebut mendapat respon positif dari para pengusaha UMKM pangan lokal.

Sponsored by ADVERTNATIVE

Salah satunya usaha pangan lokal yang dikembangkan Dian Veronika, yang berlokasi di daerah Katulampa Bogor Jawa Barat.

“Saya mengembangkan usaha ini sejak 2017. Dari awal saya sudah menggunakan tepung lokal dari singkong, yaitu tepung mocaf, karena selain kaya serat juga bebas gluten,” ujar Dian Veronika ditemui di rumahnya, Rabu (2/6/2021).

Upaya pengembangan pangan lokal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, agar UMKM pangan lokal terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk membantu pengembangannya. Di Pasar Mitra Tani baik di Jakarta maupun di provinsi sudah terdapat gerai pangan lokal.

Selain itu, untuk meningkatkan aksesibilitas pangan lokal juga didorong memalui pemasaran secara online bekerja sama dengan e-marketplace.

Kukis karya Dian Veronika ini diberi nama “Jeklin, cookies cakes breads”. Beberapa varian produk antara lain kukis Browmo aneka rasa seperti jahe gula aren, dark choco, jahe merah gula aren, kacang mede dan lainnya.

Browmo ini kepanjangan dari Brownis Mocaf. Brownis yang bahan dasarnya dari tepung mocaf.

Menurut Dian, prospek produk olahan dari tepung mocaf cukup menjanjikan dan menguntungkan, karena konsumen sudah semakin sadar terhadap pangan lokal dan produk berkualitas.

“Saya pasarkan produk ini ke berbagai tempat di pasar modern (mal), juga secara online. Hasilnya lumayan bagus, apalagi sebelum ada pandemi. Ini menandakan konsumen menyukai produk olahan pangan lokal,” ujarnya.

Untuk memproduksi aneka pangan olahan, Dian yang mempekerjakan 3 pegawai bagian produksi dan 1orang pemasaran ini mengaku membeli tepung mocaf dari Bandung sebanyak 20 kg/minggu.

“Tepung mocaf inikan bahan bakunya dari singkong dan banyak terdapat di berbagai daerah. Jadi tidak sulit untuk dijadikan sebagai bahan baku tepung, terus diolah aneka makanan yang nikmat dan bercita rasa,” ujar Dian.

Menurut Dian, usahanya ke depan akan terus dikembangkan, apalagi produknya sudah mendapat sertifikat dari LPPOM MUI dan PIRT dari Dinas Kesehatan.

“Usaha ini kedepannya akan terus saya kembangkan. Bahkan saya ingin membuat produk kekinian seperti dessert box glutten free dari tepung mocaf,” pungkas Dian Veronika yang pada tahun 2019 menjadi juara harapan 2 lomba olahan pangan lokal komersil.

 Komentar

Berita Terbaru
Hukum/Kriminal15 Juni 2021 20:31
Sakit Hati, Karyawan Indomaret di Makassar Bakar Toko dan Curi Uang
Sakit Hati, Karyawan Indomaret di Makassar Bakar Toko dan Curi Uang...
Metro15 Juni 2021 19:25
Disdik Makassar Jamin PPDB Online 2021 Lancar
Disdik Makassar Jamin PPDB Online 2021 Lancar...
Nasional15 Juni 2021 18:30
BPS: Ekspor Pertanian Januari-Mei 2021 Naik 13,39 Persen
BPS: Ekspor Pertanian Januari-Mei 2021 Naik 13,39 Persen ...
Ekonomi15 Juni 2021 17:04
Permintaan Luhut: Kita Jangan Marah-marah Terus Sama China
Pedoman Rakyat, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar jangan terus marah-marah soa...