Kerap Tawuran, Sejumlah Tahanan di Makassar Dibina Jadi Santri

Editor
Editor

Selasa, 05 Januari 2021 20:52

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadirislam Kasim, yang menyampaikan pandangan-pandangan agam islam kepada para pelaku tawuran di Masjid Mapolres Pelabuhan, Makassar. (Doc. Pedomanrakyat.com)
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadirislam Kasim, yang menyampaikan pandangan-pandangan agam islam kepada para pelaku tawuran di Masjid Mapolres Pelabuhan, Makassar. (Doc. Pedomanrakyat.com)

Pedoman Rakyat, Makassar – Sejumlah tahanan di Makassar yang ditangkap karena kerap lakukan tawuran dibina menjadi seorang santri. Pola seperti ini diterapkan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pelabuhan.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadirislam Kasim mengatakan, pembinaan yang layaknya pondok pesantren itu dilakukan demi merubah niat para pelaku untuk tidak melakukan kembali tindakan kriminal.

“Anak-anak di bawah umur yang pelanggarannya tidak begitu berat, saya lakukan pembinaan. Pembinaan macam-macam, seperti pendekatan melalui agama,” kata Kadarislam kepada sejumlah awak media saat ditemui di kantornya, pada Selasa (5/1/2021) sore.

Perwira polisi berpangkat dua bunga melati ini menceritakan bahwa, awalnya para remaja yang diamankan saat ikut serta dalam aksi tawuran. Sangat begitu benci hingga dendam dengan aparat kepolisian.

Namun, setelah pihaknya melakukan pendekatan dengan cara keagamaan, lambat laun para pelaku tawuran itu pun menjadi sangat senang, bahkan betah untuk tinggal di markas polisi tersebut.

“Alhamdulillah masuk disini sudah berubah. Dan ternyata banyak pemikirannya berubah ada yang mau masuk pesantren, jadi tahfidz, bayangkan. Makanya pendakatan agama ini bagus, pencegahan niat ini yang harus diperbanyak. Malah setelah keluar banyak orang tua yang mau titipkan terus disini (Polres Pelabuhan),” tutur mantan Kapolres Bone ini.

Lanjut Kadarislam, ide program pembinaan ala pondok pesantren ini dilakukannya mulai sejak bulan November 2020 lalu. Sudah ada 5 angkatan pondok pesantren Polres Pelabuhan, hingga kini.

“Ini sudah angkatan kelima, jadi kalau yang baru ditangkap itu angkatan baru. Angkatan pertaman itu ada 13 orang, kedua 9 orang, ketiga 9 orang, ke empat 21 orang, kelima ini 7 orang,” ungkapnya.

Diajarkan Wirausaha

Selain pelaku tawuran, Kadarislam juga mengaku sempat menerima sejumlah pemuda yang tidak pernah berbuat kejahatan atau tindakan kriminal lainnya tapi sengaja dibawa oleh orang tuanya agar mendapatkan pembinaan di Mapolres Pelabuhan. “Ada juga yang bukan pelaku tawuran, tapi dibawa sama orang tuanya dititip disini,” pungkasnya.

Selain dibina mulai dari aspek keagamaan hingga kehidupan sehari-hari, para pelaku tawuran ini juga diajarkan untuk berwirausaha.

Dari pantauan di lokasi, nampak sejumlah pelaku tawuran mengenakan pakaian gamis, bersiap melakukan sholat Ashar. Mereka juga diketahui wajib melaksanakan shalat lima waktu.

MA (17) salah satu pelaku tawuran yang tertangkap polisi saat terjadi perang antar kelompok di Jalan Barukang, beberapa pekan lalu, mengaku banyak mendapatkan perubahan dalam dirinya.

“Banyak diajarkan, mulai salat, hafal surat-surat pendek, adzan sama lainnya. InsyaAllah tidak ikutma lagi tawuran,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu pelaku tawuran berinisial AF (20), warga Jalan Kandea itu juga merasa senang selama menjalani proses hukum ala ‘Pesatren’ di Mapolres Pelabuhan, sebab ia diajarkan untuk berwirausaha.

“Di sini kita diajarkan belajar salat (lima waktu), dizikir, mengaji, salat tahajjud. Kita diajar juga usaha. Misalnya saya, kan sebelum ditangkap saya kerja di Lelong (TPI Paotere) buruh angkut ikan. Saya diajarkan untuk jual ikan online melalui promosi di hape (ponsel),” tandasnya. (rez)

 Komentar

Berita Terbaru
VIDEO Lokasi-lokasi Penjarahan Bantuan untuk Korban Gempa di Mamuju Sulbar
Video17 Januari 2021 01:10
VIDEO Lokasi-lokasi Penjarahan Bantuan untuk Korban Gempa di Mamuju Sulbar
Pedoman Rakyat, Mamuju – Sehari setelah gempa di Majene, Sulbar, berkekuatan magnitudo 6,2, arus bantuan logistik untuk korban gempa di Mamuju m...
VIDEO Saat Gunung Semeru Meletus, Muntahkan Awan Panas Guguran
Video17 Januari 2021 01:04
VIDEO Saat Gunung Semeru Meletus, Muntahkan Awan Panas Guguran
terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar....
Catatan Terbaru: Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar Capai 46 Orang
Daerah16 Januari 2021 21:41
Catatan Terbaru: Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar Capai 46 Orang
Mamuju korban luka 130, kalau Majene luka-luka 60 lebih. Itu data-data sementara kita masih menunggu perkembangan selanjutnya...
Penampakan Rumah Satu Keluarga Dokter Tewas Tertimbun di Sulbar Sebelum dan Sesudah Gempa
Daerah16 Januari 2021 16:35
Penampakan Rumah Satu Keluarga Dokter Tewas Tertimbun di Sulbar Sebelum dan Sesudah Gempa
berdasarkan penelusuran awak media, rumah tersebut kini rata dengan tanah, dan hanya menyisakan puing-puing bangunan saja. ...