Kominfo Tutup Ratusan Akses Pinjol Ilegal, Masyarakat Diminta Berperan

Nhico
Nhico

Rabu, 13 Oktober 2021 08:16

Kominfo Tutup Ratusan Akses Pinjol Ilegal, Masyarakat Diminta Berperan

Pedoman Rakyat, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menutup akses terhadap 151 perusahaan keuangan digital (fintech) peer to peer (P2P) lending dan 4 entitas tanpa izin.

“Mulai dari pemblokiran hingga upaya untuk memberantas fintech lending ilegal,” tegas Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan dalam keterangan resminya Selasa (12/10/2021).

Sponsored by ADVERTNATIVE

Menurut Semuel, kunci utama dan paling efektif untuk bisa memberantas fintech lending ilegal ialah dengan literasi kepada masyarakat.

“Hal yang menjadi kunci utama dan paling efektif untuk bisa memberantas fintech ilegal ialah dengan literasi kepada masyarakat agar pasar dari para pelaku fintech lending ilegal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Hukum/Kriminal26 Oktober 2021 20:46
Pelaku Pembunuh Orang Tua dan Saudari Kandung di Bantaeng Sulsel Diduga Alami Gangguan Jiwa
Pedoman Rakyat, Bantaeng- Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng kini telah mengamankan A (30), pria keji yang tega membunuh kedua orang tuanya serta saud...
Nasional26 Oktober 2021 19:23
Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 300.000, Kemenkes: Segera Kami Tindak Lanjuti
Pedoman Rakyat, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) agar harga tes P...
Ekonomi26 Oktober 2021 18:11
Maraknya Pinjol Ilegal, Menkeu Sri Mulyani: Masyarakat Menderita dari Praktik Semacam Ini
Pedoman Rakyat, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyinggung maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang terjadi di In...
Hukum/Kriminal26 Oktober 2021 17:47
Aksi Unjuk Rasa Sejumlah Mahasiswa di Makassar Ricuh, Perwira Polisi Terkena Lemparan Batu
Pedoman Rakyat, Makassar- Aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir ricuh. Satu pejabat polisi terkena l...