KontraS Sebut Institusi Negara yang Paling Banyak Lakukan Tindakan Penyiksaan

Nhico
Nhico

Jumat, 25 Juni 2021 23:55

KontraS Sebut Institusi Negara  yang Paling Banyak  Lakukan Tindakan Penyiksaan  

Pedoman Rakyat, Jakarta- Wakil Koordinator II KontraS, Rivanlee Anandar menyebut, setidaknya terdapat dugaan 81 penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi yang terjadi sepanjang Juli 2020-Mei 2021.

“Tindakan penyiksaan ini paling banyak dilakukan institusi negara,” kata Rivanlee dalam diskusi virtual Kenali dan Cegah Penyiksaan, Wujudkan Segera Ratifikasi OPCAT yang disiarkan secara live di kanal Youtube Komnas Perempuan, Jum’at (25/06/2021).

Sponsored by ADVERTNATIVE

Rivanle menambahkan, bahwa mayoritas atau dominasi dari praktik penyiksaan ini adalah Polri, TNI, dan sipir. “Dalam setahun terakhir, setidaknya terdapat 36 kasus penyiksaan yang dilakukan anggota Polri, 7 penyiksaan oleh TNI, dan 3 kasus oleh sipir penjara. Dalam institusi Polri, penyiksaan paling banyak terjadi di tingkat Polres,” ujarnya.

Dari sejumlah kasus, aparat sering menggunakan tangan kosong sebagai medium penyiksaan saat melakukan penyelidikan atau penyidikan. Selain itu, adalah benda keras seperti kursi, meja, rotan, dan selang. Selain itu adalah listrik dan rokok. “Bahkan di tahun 2018 sempat ada interogasi di Papua dengan menggunakan ular,” ungkapnya.

Menurutnya, penyiksaan ini dilakukan dengan sejumlah motif, seperti mengendalikan massa aksi Reformasi Dikorupsi yang bergejolak pada 2019 lalu dan aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja pada 2020 lalu.

Kemudian, sambungnya, penyiksaan juga kerap dilakukan untuk memperoleh informasi dalam proses investigasi atau penyelidikan tindak kriminal. Sebab bukti-bukti yang ada diduga tidak cukup, kata Rivanlee, aparat lantas memaksa pengakuan dari para tersangka.

“Untuk mengakui satu peristiwa yang sebetulnya tidak pernah mereka lakukan,” kata dia.

Selain itu, penyiksaan juga terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Temuan KontraS mengungkap terdapat dua pola penyiksaan dalam Lapas. Pertama, penyiksaan dilakukan oleh sipir untuk menertibkan para tahanan.

Kedua, penyiksaan dilakukan oleh sesama tahanan sebagai bentuk penghukuman biasa. Persoalan ini kerap muncul karena lapas mengalami kelebihan kapasitas dan jatah konsumsi harian tidak mencukupi.

Tindakan penyiksaan, menurut Rivanlee, juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konflik bersenjata dan strategi negara dalam menghadapi pemberontakan. Biasanya, penyiksaan ini terjadi di tempat-tempat yang sporadis dan jauh dari jangkauan publik.

 Komentar

Berita Terbaru
International30 Juli 2021 08:23
Tempur Lawan ISIS, Helikopter Militer Irak Jatuh dan 5 Orang Tewas
Pedoman Rakyat – Tercatat ada lima orang tewas akibat kecelakaan helikopter militer Irak yang jatuh saat kru sedang menjalankan misi tempur mel...
Nasional30 Juli 2021 02:06
Sudah Dinyatakan Lulus dan Buat Syukuran, Tapi Diganti Orang Lain saat Pengumuman, Calon Bintara Polri Ini Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
Pedoman Rakyat, Jakarta -Viral di media sosial dalam penerimaan calon Bintara Polri tahun 2021 di Polres Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Di mana, se...
Metro29 Juli 2021 23:13
Isi Kekosongan Sejumlah Kepala OPD, Wali Kota Danny Akan Tunjuk 12 Plt
Pedoman Rakyat, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera menentukan Pelaksana tugas (Plt) yang akan mengisi sementara jabatan lowong ...
Otomotif29 Juli 2021 23:08
RMS Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua IMI Sulsel
RMS Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua IMI Sulsel ...