“Kotor Banget Ini Guys” Keluh Abah Omar Warga AS Soal Buruknya Hotel Karantina di Jakarta

Nhico
Nhico

Selasa, 11 Januari 2022 13:42

Warga As yang mengeluhkan Fasilitas Hotel Karantina di Jakarta.(F-Int)
Warga As yang mengeluhkan Fasilitas Hotel Karantina di Jakarta.(F-Int)

Pedoman Rakyat, Jakarta – Keluhan warga Amerika Serikat, Matthew J Martin, soal hotel Karantina yang dia tempati menjadi viral di media sosial. Dalam unggahannya di Instagram sosok yang akrab disapa Abah Omar ini mengungkapkan betapa buruknya fasiltas hotel tempat dia dikarantina mengingat tarifnya yang mencapai Rp 2 juta per malam.

Sesuai peraturan pemerintah, para pelaku perjalanan luar negeri memang diharuskan menjalani karantina di fasilitas yang sudah ditunjuk oleh Satgas Penanganan Covid-19. Hanya pekerja migran, pelajar, pegawai pemerintah, dan utusan wakil Indonesia yang beban biaya karantinanya ditanggung negara sementara lainnya harus mengeluarkan uang dari kocek pribadi.

Abah Omar mengaku baru kembali dari AS bersama seorang anaknya saat terdeteksi positif di karantina pintu kedatangan. Mereka kemudian diarahkan untuk menjalani karantina di hotel selama sekitar 10 hari dengan total biaya sekitar Rp 22 juta.

Dalam video yang diunggahnya lewat akun @matmar10, dia menunjukkan berbagai fasilitas yang buruk di hotel tersebut. Martin memperlihatkan karpet yang kotor dan bernoda. “Karpet sangat jelek, kotor, dan belum dibersihkan atau di-vacuum. Kursi juga banyak kotoran,” papar Abah Omar.

Matthew kemudian masuk ke area ruang mandi. Dia menyatakan kondisinya lebih buruk dari tempat kos. “Banyak yang kotor di tempat ini padahal seharusnya kami mendapat ruang yang steril,” ungkapnya.

Selanjutnya Abah Omar memperlihatkan wastafel di ruangan mandi tersebut. Menurutnya, untuk hotel bertarif Rp 2 juta per malam seharusnya memiliki fasiltas air panas. Namun hotel tempatnya menjalani karantina tidak memilikinya. “Air dingin di sini cukup tapi (air) panas tidak ada,” kata Matthew dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih. “Untuk Rp 2 juta (per malam) ekspetasinya tentu ada air panas,” ujar dia lagi.

Lantas Abah Omar menunjukkan fasiltas hotel yang menurutnya paling buruk. Dia menunjukkan selang shower yang kelihatan menghitam akibat jamur. “Lihat kondisinya, berjemur (maksudnya berjamur). Kotor banget ini guys,. Ini juga rusak,” ungkapnya lagi.

Lantas dia juga menunjukkan bagian langit-langit yang hampir mengelupas akibat jamur. Matthew juga menunjukkan bagian lain kamar yang belum selesai dicat. Dalam video ini, dia juga menunjukkan jendela kamar yang kotor. Selain itu, Matthew memperlihatkan tembok kamar yang menggelembung dan nyaris mengelupas.

Sementara dalam komentar, terdapat netizen yang menyebut Matthew terkena penipuan. Hotel dengan tarif Rp 2 juta per malam seharusnya bintang lima. Netizen dengan akun @anggiyu menyatakan, dirinya mendapat hotel dengan tarif Rp 700.000 per malam dengan fasilitas yang bagus. “No way. This is definitely scam, i got 700k/night soo much better than this! 2000k/night you can get 5 stars hotel. I am so sorry for you,” tulis @anggiyu.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik26 April 2026 20:50
Ikut Instruksi DPW, PSI Soppeng Turun Langsung ke Akar Rumput Perkuat Mesin Partai
Pedomanrakyat.com, Soppeng – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Soppeng mulai memperkuat struktur partai hingg...
Metro26 April 2026 14:50
Komisi B Makassar Turun Malam Hari, Awasi Izin dan Pajak Tempat Hiburan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi B DPRD Kota Makassar bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Din...
Metro25 April 2026 20:21
Pesan Damai Munafri di Paskah KPI: Bersatu Bangun Makassar, Tanpa Sekat Perbedaan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Perayaan Paskah dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke XXIII Kebaktian Pen...
Nasional25 April 2026 19:27
Kemenhut Dorong Golo Mori Jadi Destinasi Eksklusif Berbasis Alam di Manggarai Barat
Pedomamrakyat.com, Makassar – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya pergeseran paradigma pengelolaan wisata di...