KPK Duga Nurdin Abdullah Terima Suap untuk Bayar Utang Kampanye

Jennaroka
Jennaroka

Selasa, 02 Maret 2021 23:30

Nurdin Abdullah (oranye) saat diumumkan sebagai tersangka oleh KPK, dalam kasus dugaan suap perizinan proyek.
Nurdin Abdullah (oranye) saat diumumkan sebagai tersangka oleh KPK, dalam kasus dugaan suap perizinan proyek.

Pedoman Rakyat, Jakarta – KPK mulai menduga Nurdin Abdullah menerima suap untuk membayar utang kampanye. Untuk itu, lembaga anti rasuah itu akan mendalami satu per satu uang kasus korupsi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengalir kemana saja.Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, dugaan Nurdin Abdullah terima suap untuk bayar utang kampanye, akan ditelisik oleh penyidik.

“Uang itukan diterima dari proyek. Biar itu menjadi tugas penyidik untuk mendalami uang itu untuk apa saja. Apakah misalnya lari karena biaya kampanyenya sangat besar dia dapat sponsor dari pengusaha lokal setempat,” kata Alexander di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).

Dengan sokongan dana besar untuk biaya kampanye, lanjut Alex, Nurdin Abdullah merasa punya utang. Imbalannya, para sponsor tersebut diberikan sejumlah proyek pembangunan di Sulsel.

Alex berjanji, semua dugaan tersebut akan didalami oleh penyidik. “Kami memastikan bahwa KPK akan mengungkap semua yang berkaitan dengan perkara korupsi Nurdin Abdullah,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK telah menggeledah rumah pribadi Nurdin Abdullah “Penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan uang tunai yang terkait dengan perkara tersebut,” terang Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (2/3/2021).

Selain rumah pribadi, rumah jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Sungai Tangka, Makassar juga tak luput dari penggeledahan. Sekaligus rumah dinas Sekretaris Dinas PU Sulsel, Edu Rahmat. Sama, di sini penyidik KPK pun menyita dokumen dan uang tunai.

“Dari 2 lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan sejumlah uang tunai,” lanjut Ali.

Belum diketahui jumlah uang sitaan tersebut. Karena masih dilakukan penghitungan oleh penyidik. “Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK,” katanya. “Selanjutnya terhadap dokumen dan uang tunai dimaksud akan dilakukan validasi dan analisa lebih lanjut dan segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” demikian Ali.

Sementara itu, Selasa pagi tadi, penyidik KPK menggeledah Kantor Dinas PU Sulsel di Jalan AP Pettarani, Makassar. Penyidik menyita 3 koper yang diduga berisi dokumen terkait perkara. Penggeledahan berlangsung sekitar enam jam.

 Komentar

Berita Terbaru
Gelar Gebyar E-KTA, NasDem Makassar Bagi-bagi Sepeda Motor Hingga Handphone
Politik17 April 2021 22:26
Gelar Gebyar E-KTA, NasDem Makassar Bagi-bagi Sepeda Motor Hingga Handphone
Gelar Gebyar E-KTA, NasDem Makassar Bagi-bagi Sepeda Motor Hingga Handphone...
Intip Kemegahan Masjid yang Ikut Dibangun Erick Thohir di Los Angeles
International17 April 2021 21:00
Intip Kemegahan Masjid yang Ikut Dibangun Erick Thohir di Los Angeles
Pedoman Rakyat, Jakarta – Rupanya Menteri BUMN Erick Thohir ikut dalam membangun sebuah masjid di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Rencananya ...
Otak Kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing Terbang ke Jakarta 24 April 2021
International17 April 2021 20:26
Otak Kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing Terbang ke Jakarta 24 April 2021
Pedoman Rakyat, Jakarta – Pemimpin Junta Militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, dijadwakan terbang ke Jakarta pada (24/4/2021). Jende...
Atalia, Istri Gubernur Ridwan Kamil Positif Covid-19: Kaget dan Bingung Ketularan di Mana
Nasional17 April 2021 20:06
Atalia, Istri Gubernur Ridwan Kamil Positif Covid-19: Kaget dan Bingung Ketularan di Mana
Pedoman Rakyat, Bandung – Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya terpapar COVID-19. Dia mengaku tak tahu tertular dari mana. At...