Langkah Cepat Bupati Sidrap: Lindungi Petani, Kejar Target 1 Juta Ton Gabah

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 01 April 2026 23:24

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, dalam rakor pangan.
Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, dalam rakor pangan.

Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat menghadapi ancaman krisis iklim ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini.

Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan di Aula Saromase, Rabu (1/4/2026), Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menginstruksikan percepatan masa tanam demi menjaga ketahanan pangan dan melindungi petani dari dampak “El Nino Godzilla”.

Rakor yang dihadiri sekitar 500 pemangku kepentingan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan petani tetap bisa berproduksi di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan memuncak pada Juli hingga Oktober.

“Rakor pangan ini sangat krusial. Kita harus bergerak lebih cepat dari cuaca agar petani tidak terdampak dan produksi tetap terjaga,” tegas Syaharuddin.

Didampingi Wakil Bupati Nurkanaah, Syaharuddin menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama bagi Sidrap yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Sidrap menetapkan percepatan tanam untuk Musim Tanam II (MT II) pada 15–20 April. Dengan pola ini, masa panen diharapkan terjadi lebih awal, yakni pada awal Juli sebelum puncak musim kering.

Selain itu, petani didorong menggunakan benih varietas super genjah yang memiliki masa panen lebih cepat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga produktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tak hanya strategi tanam, Pemkab Sidrap juga memperkuat dukungan infrastruktur pertanian. Sejumlah proyek perbaikan bendung dan irigasi digelontorkan, seperti Bendung Timoreng, Bulu Cenrana–Salomallori, hingga Bendung Saddang dengan total anggaran miliaran rupiah.

Program “Listrik Masuk Sawah” hasil kolaborasi dengan PLN juga mulai diimplementasikan guna mendukung sistem irigasi modern.

Di sisi lain, Pemkab juga terus menggenjot program cetak sawah baru. Dari target 1.700 hektare, sekitar 800 hektare telah rampung, dan pada 2026 diusulkan penambahan hingga 1.500 hektare.

Langkah pembenahan juga menyasar kelembagaan petani. Kelompok tani dengan cakupan lahan besar akan direstrukturisasi menjadi lebih kecil agar pembinaan dan distribusi bantuan lebih efektif.

Dengan berbagai strategi tersebut, Sidrap menargetkan produksi gabah mencapai 1 juta ton pada 2026, dengan standar minimal 10 ton per hektare.

Rakor ini turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, perwakilan Kementerian Pertanian, serta sejumlah pihak dari Bulog, Pupuk Indonesia, dan sektor perbankan.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan langkah cepat di lapangan, Pemkab Sidrap optimistis tidak hanya mampu menghadapi ancaman El Nino, tetapi juga menjaga peran strategisnya sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional17 Agustus 2026 22:36
Kenakan Baju Adat Kajang, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Puji Penjaga Hutan dari Bulukumba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ada pemandangan berbeda saat Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menghadiri upacara penurunan Bendera Merah Putih...
Metro17 Agustus 2026 19:26
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Appi Tekankan Pemerintah Harus Jadi Pelayan Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati H...
Nasional17 Agustus 2026 18:22
Kemenhut Lanjutkan Tahap Pendinginan dan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Pedomanrakyat.com, Probolinggo – Kementerian Kehutanan, terus melakukan tahapan pendinginan dan penyisiran area bekas terbakar (mopping up) di k...
Metro17 Agustus 2026 17:18
Paskibraka Makassar Bawa Semangat TIM NARYA, Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Rotterdam
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di bawah langit ikonik Lapangan Karebosi Makassar, suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan deti...