Legislator Golkar Debbie: Keterwakilan Perempuan di Legislatif Meningkat, Bukti Kesetaraan Gender

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Sabtu, 13 Februari 2021 21:01

Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Debbie Purnama Rusdin bicara pengarusutamaan Gender.
Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Debbie Purnama Rusdin bicara pengarusutamaan Gender.

Pedoman Rakyat, Makassar – Keterwakilan perempuan di kursi legislatif terus menunjukkan ada peningkatan. Baik di kabupaten/kota, provinsi hingga di pusat.

Di DPRD Sulsel misalkan, pada hasil Pileg 2014, hanya mampu mendudukkan 15 orang saja.

Bila dibandingkan pada pileg 2019 lalu, ada kenaikan cukup tinggi. Total hingga sekarang ini ada 25 anggota DPRD Sulsel dari perempuan.

Hal itu semua dikemukakan oleh Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Debbie Purnama Rusdin, saat melakukan sosialisasi penyebarluasan peraturan daerah (perda) provinsi Sulawesi Selatan, No 1 Tahun 2016 tentang pengarusutamaan Gender.

Dihadapan para peserta sosialisasi yang kebanyakan dari kalangan perempuan itu, Debbie, begitu sapaan dekatnya, menegaskan bahwa pencapaian atau keterwakilan perempuan di legislatif terus mengalami peningkatan setiap Pileg, sebagai bukti terjadi kesetaraan gender.

“Jadi tak ada yang tidak mungkin. Laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama di Indonesia,” ujar Debbie, Sabtu (13/2/2021).

“Saya berdiri di depanta semua ini, hanya memberikan contoh saja. Saya ada di DPRD juga tak lepas dari semangat dari lahirnya perda ini,” Debbie menambahkan.

Asal diketahui, Anggota Komisi E DPRD Sulsel itu menyosialisasikan perda tersebut bersama warga Kecataman Tamalate dan Kecamatan Mariso yang berlangsung di dua lokasi yakni di Aula Wisma Latobang, jl Mappaoddang dan di Hotel Prima di Jalan Ratulangi Makassar.

Debbie Rusdin yang didampingi dua pemateri aktivis perempuan yakni Rosmiati Zain dari LBH Apik dan Fajriani Langgeng dari LBH Pers.

Kemudian, Rosmiati Zain dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa Perda pengarusutamaan gender itu bagaimana perencanaan itu dibuat berpihak pada laki laki dan perempuan.

“Bagaimana melakukan pemetaan antara peran peran perempuan dan laki laki, ini semua terakomodir dalam perda ini,” kata Rosmiati

Lanjut dijelaskan Rosmiati Jumlah Penduduk di Makassar, perempuan lebih dominan dari laki laki. Mestinya perempuan banyak dilibatkan diberi ruang dalan pembangunan dalam seperti menyusun musrenbang.

Sementara itu Fajriani Langgeng juga menyampaikan semangat Perda ini lahir, karena banyak persoalan di masyarakat, dengan perda ini pemerintah hadir menyelesaikan problem tersebut. Hanya saja dalam perda ini menurut Fajriani hanya biro pemberdayaan perempuan yang diberi tanggungjawab.

Penulis : Wawan

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional17 Agustus 2026 22:36
Kenakan Baju Adat Kajang, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Puji Penjaga Hutan dari Bulukumba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ada pemandangan berbeda saat Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menghadiri upacara penurunan Bendera Merah Putih...
Metro17 Agustus 2026 19:26
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Appi Tekankan Pemerintah Harus Jadi Pelayan Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati H...
Nasional17 Agustus 2026 18:22
Kemenhut Lanjutkan Tahap Pendinginan dan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Pedomanrakyat.com, Probolinggo – Kementerian Kehutanan, terus melakukan tahapan pendinginan dan penyisiran area bekas terbakar (mopping up) di k...
Metro17 Agustus 2026 17:18
Paskibraka Makassar Bawa Semangat TIM NARYA, Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Rotterdam
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di bawah langit ikonik Lapangan Karebosi Makassar, suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan deti...