Legislator NasDem Sulsel Rezki Lutfi Pertanyakan Kendaraan Tanggap Bencana di BPBD

Nhico
Nhico

Rabu, 24 November 2021 17:20

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rezki Mulfiati Lutfi.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rezki Mulfiati Lutfi.

Pedoman Rakyat, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, membidangi Kesejahteraan masyarakat, kembali melaksanakan rapat kerja pembahasan Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022.

Kali ini, Komisi E rapat kerja bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi, Rezki Mulfiati Lutfi, di lantai 7, gedung DPRD Sulsel, Rabu (23/11/2021).

Sponsored by ADVERTNATIVE

Pada kesempatan itu, Pelaksana tugas Kepala BPBD Sulsel, Muhammad Firda memaparkan terkait dengan anggaran yang dibutuhkan BPBD untuk 2022 mendatang.

Seperti, anggaran pelayanan informasi rawan bencana provinsi, kegiatan pelayanan pencegahan kearsipan terhadap bencana, kegiatan penyelenggaraan penyelamatan korban, anggaran logistik di BPBD.

Mendengara hal itu, Reski mempertanyakan terkait dengan pengadaan kendaraan prasarana untuk penanganan tanggap bencana di BPBD Sulsel.

Menghingat BPBD merupakan garda terdepan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam penanganan dan pencegahan bencana alam di Sulsel.

“Apakah di badan bencana ini ada kendaraan tanggap bencana?,” tanya legislatif fraksi NasDem DPRD Sulsel ini.

“Saya melihat sepertinya di RKA (Rencana Kerja Anggaran) tidak ada biaya pemeliharaan dan saya juga lihat ini ada pengadaan mobil,” tambah Rezki.

Menanggapi hal itu, Muhammad Firda mengakui bahwa di BPBD Sulsel masih membutuhkan kendaraan operasional yang efisien untuk pengantaran logistik ke Kabupaten Kota.

“Di BPBD sekarang ini alhamdulilalh punya kendara sudah maksimal. Cuman memang tim reaksi cepat membutuhkan kendaraan yang juga mobilitasnya tinggi dan juga selalu berpikir kendaraan yang efisien,” ujar Firda.

Menurutnya, di BPBD Sulsel sekarang ini ada mobil bantuan dari Jepang yang tidak signifikan dan boros bensin. Sehingga ada kendaraan tahun lalu yang solar sangat efisien dan sampai saat ini selalu digunakan.

“Kita masih minta bantuan kepusat mobil double cabin yang bisa kita gunakan, tahun ini kita juga minta untuk mobil pickup. Kenapa? Karena sekecil apapun bencana di kabupaten kota kami hadir, sehingga mobil kecil seperti pickup ini sangat kita butuhkan,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, untuk anggaran pengadaan kendaraan yang nilainya Rp200 juta dianggap sangat tanggung dan tidak efisien.

“Makanya anggarannya kendaraan Rp200 juta saya kira tanggung. Karena kita beli tahun lalu yang Rp400 juta itu sangat efisien sekali,” tutur Firda.

 

Penulis : Musa

 Komentar

Berita Terbaru
International06 Desember 2021 09:00
Sosok Yana Orfeeva, Model Diduga Selingkuhan Pangeran Arab, Uang Jajan Sehari Rp77 Juta
Pedoman Rakyat, Jakarta – Pangeran dari Arab Saudi diduga berselingkuh dengan seorang model bernama Yana Orfeeva. Kini, nama Yana Orfeeva, men...
International06 Desember 2021 08:30
Amerika Serikat Marah Besar, Taliban Bunuh 100 Warga Eks Pasukan Afghanistan
Pedoman Rakyat, AS – Dilaporkan Taliban telah membunuh 100 warga yang juga merupakan eks pasukan Afghanistan. Dasar itu, Amerika Serikat sangat ...
Nasional06 Desember 2021 08:00
Budayawan Sujiwo Tejo Persilakan Para Menteri ke Semeru: Kecuali yang Satu Ini, Please Jangan ke Sana
Pedoman Rakyat, Jakarta – Meletusnya Gunung Semeru masih menjadi pembicaraan hangat masyarakat Indonesia. Tanggapan soal Gunung Semeru pun berag...
Metro06 Desember 2021 07:30
‘Camat-Lurah di Makassar Lapor Setiap 2 Jam’ Perintah Danny Pomanto Hadapi Cuaca Ekstrem
Danny menginstruksikan camat, lurah, dan seluruh OPD untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan angin kencang....