Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Nilai Presidential Threshold Bentuk Kudeta Terselubung Demokrasi

Nhico
Nhico

Kamis, 27 Januari 2022 10:25

Gatot Nurmantyo. (f-Int)
Gatot Nurmantyo. (f-Int)

Pedoman Rakyat, Jakarta – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Gatot Nurmantyo menilai presidential threshold (Pres-T) atau batas ambang pencalonan presiden, bentuk kudeta terselubung terhadap demokrasi.

Hal ini disampaikan Gatot saat mengikut sidang perbaikan permohonan uji materi Pasal 222 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu di Mahkamah Konstitusi, Rabu (26/1/2022).

“Yang Mulia, saya ucapan terima kasih atas waktu yang diberikan kepada kami. Kami hanya singkat saja, berdasarkan hasil analisis, hasil renungan, kami berkesimpulan, Yang Mulia, ini adalah sangat berbahaya karena presidential threshold 20 persen adalah bentuk kudeta terselubung terhadap negara demokrasi, menjadi partaikrasi melalui berbagai rekayasa undang-undang,” ujar Gatot.

Menurut Gatot, Pres-T ini sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itulah, Gatot memberanikan diri untuk melakukan uji materi Pasal 222.

“Untuk itu, kami memohon Yang Mulia dapat mengambil keputusan dengan seadil‑adilnya, berdasarkan nurani dan berdasarkan kebenaran dari Tuhan Yang Maha Esa,” imbuh Gatot.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...