Masalah Pengusaha Ayam Petelur Soal Harga Anjlok, Komisi B DPRD Sulsel Siapkan Solusi Jangka Panjang Pendek

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Rabu, 22 September 2021 21:01

Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi
Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi

Pedoman Rakyat, Makassar – Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, membidangi perekonomian, telah mendapat solusi jangka pendek maupun jangka panjang, terkait permasalahan yang dialami Pengusaha ayam petelur dan ayam potong di Sulsel.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Komisu B DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi, usai memfasilitasi para pengusaha bertemu dengan instansi terkait, di Ruang Komisi B, Selasa sore (21/9/2021).

Cicu sapaan akrab Rachmatika mengharapkan bahwa, solusi jangka pendeknya teman teman dari produk pakan bisa menberi subsidi atau keringanan kepada peternak ayam petelur ini.

“Jadi, kita harapkan di masa sulit ini, kita berempati dan saling membantu sama lain,” ungkap Legislator Fraksi NasDem DPRD Sulsel ini.

Kemudian, diharapkan adanya intervensi dari pemerintah, dimana dalam penyaluran bansos sembako salah satu itemnya yakni telur, bisa diambil dari para peternak telur ini.

“Dan itu sudah disampaikan Kadis Sosial untuk menginstruksikan kepada kadis sosial di Kabupaten Kota untuk berkordinasi, karena sekarnag kewangan kab/kota dalam menyediakan bahan-bahan bansos tersebut,” ujar Cicu.

Ketua NasDem Kota Makassar ini juga menuturkan bahwa, pemerintah juga harus membuat regulasi yang mengatur terkait dengan pengendalian, baik stok jagung di Sulsel maupun harganya.

“Karena ini persoalannya harga bahan baku pakan tinggi dan itukan jagung,” terangnya.

Menurutnya, jikalau stok jagung berkurang, maka penjualan tinggi, sedangkan di Sulsel sendiri merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia.

“Kita kan lumbung artinya jangan sampai hasil panen jagung kita diambil daerah daerah lain,” papar Cicu.

“Jadi kita perlu pikirkan regulasi, bagaimana kita dlu memenuhi kebutuhan di Sulsel, baru kita kirim keluar sulsel dan itu harus di regulasi tentunya,” tambahnya.

Olehnya itu lanjutnya, diharapkan kedepannya solusi jangka panjang, bisa dibuatkan regulasinya baik dalam bentuk Pergub atau dalam bentuk Perda.

Kemudian, pengelolaan jagung sendiri yang kita harap di Pucak itu bisa menjadi angin segar bahwa Silo untuk jagung ataupun pengelolaan jagung di Pucak dapat diambil alih perseroda.

“Kita harap perseroda bisa menjadi salah satu bagian yg membeli jagung jagung persiapan pakan ini, sehingga tidak di monopoli oleh treding maupun pabrik, sehingga harga bis bersaing untuk para peternak,” jelas Cicu.

Penulis : musa

 Komentar

Berita Terbaru
Metro18 Mei 2026 23:32
Gerak Senyap PU Makassar, Genangan di Sejumlah Titik Strategis Berhasil Surut
Pedomanrakyat.com, Makassar – Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak Minggu malam (17/5/2026) hingga Senin sore (18/5/2026) mengakibatka...
Daerah18 Mei 2026 22:31
Bupati Irwan Rajut Sinergi dengan KPP, Aisyiyah dan BPJS demi Pelayanan Lebih Dekat ke Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Sinergi dengan berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Pinrang sebag...
Metro18 Mei 2026 22:00
Fraksi NasDem Sulsel Minta Ranperda Pajak Berorientasi pada Keadilan Fiskal dan Investasi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa perubahan kebijakan pajak dan retribusi daera...
Nasional18 Mei 2026 21:31
1.000 Pegiat Alam Hadiri Sarasehan Online Membedah (Nasib) Pendakian Gunung Merapi
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Momentum bersejarah dalam 22 tahun berdirinya Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merapi. Hampir 1.000 partisipan (per...