Menkeu Sri Buka Opsi Tambah Utang jika Defisit APBN Melebar

Nhico
Nhico

Jumat, 27 Juni 2025 12:37

Menkeu Sri Buka Opsi Tambah Utang jika Defisit APBN Melebar

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah akan tetap menerbitkan surat utang sesuai target APBN 2025, meskipun dinamika pasar global menunjukkan volatilitas.

Di samping itu, dia tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian di kemudian hari.

Sri Mulyani mengklaim kas negara saat ini cukup kuat untuk menjadi bantalan dalam menghadapi tekanan pasar dan kebutuhan pembiayaan jangka pendek.

“Kami memiliki cadangan kas yang cukup, dan ini memang sudah kami siapkan agar tidak terpojok oleh kondisi pasar global,” ujar Sri Mulyani seperti yang disiarkan kanal YouTube Bloomberg Television, dikutip Kamis (26/6/2025).

Dia menjelaskan dirinya memiliki tugas pengelolaan kas negara seperti merespons fluktuasi nilai tukar, pergerakan imbal hasil (yield), dan kebutuhan arus kas (cash flow) harian pemerintah.

Terkait penerbitan obligasi, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tetap mengacu pada target pembiayaan defisit APBN sebesar 2,53% terhadap produk domestik bruto (PDB). Jumlah penerbitan surat utang tidak akan berubah secara signifikan, kecuali terjadi pelebaran defisit yang akan dilaporkan ke DPR.

“Kalau misalnya defisit melebar sedikit, seperti tahun lalu menjadi 2,7%, maka penerbitan [surat utang] akan disesuaikan. Tapi kami pastikan itu tetap dalam kerangka yang sudah dikomunikasikan,” jelasnya.

Dengan posisi kas yang terjaga dan strategi komunikasi pasar yang transparan, Sri Mulyani berharap tetap mendapat kepercayaan investor dalam dan luar negeri, sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Adapun, dalam konferensi APBN Kita terbaru, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono melaporkan bahwa pemerintah telah melakukan penarikan utang baru senilai Rp349,3 triliun hingga Mei 2025.

Realisasi tersebut telah mencapai 45% dari total target pembiayaan utang melalui Surat Berharga Negara (SBN) neto dan pinjaman yang senilai Rp775,9 triliun. Dalam periode ini, pemerintah juga melakukan pembiayaan non-utang senilai Rp24,5 triliun.

Dengan demikian, pembiayaan anggaran hingga Mei 2025 mencapai 324,8 triliun atau 52,7% dari target APBN 2025 senilai Rp616,2 triliun.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 08:02
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan...
Metro16 April 2026 23:24
Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, PKL di BTP Bongkar Lapak Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026),...
Metro16 April 2026 23:03
Bahas LKPJ hingga Larut Malam, Komisi E Tegaskan Kesehatan Masyarakat Tak Boleh Dikompromi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel...
Metro16 April 2026 22:40
Sekda Sulsel Buka High Level Meeting TP2DD 2026, Dorong Sinergi Optimalkan Pajak Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membuka secara resmi High Level Meeting dan Asistensi C...