Mentan ke DPR RI: Kita Garap Serius Porang dan Walet

Nhico
Nhico

Jumat, 27 Agustus 2021 18:50

Mentan ke DPR RI: Kita Garap Serius Porang dan Walet

Pedoman Rakyat, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menegaskan bahwa komoditas porang dan sarang burung walet merupakan komoditas prioritas yang akan digarap serius untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Terutama ke pasar China dan negara-negara lain di Asia dan Eropa yang memiliki harga jual tinggi.

“Harus diakui bahwa harga yang paling mahal saat ini adalah ke negara China. Bukan berarti negara-negara lain tidak, tetapi yang harganya mahal itu ke Cina,” ujar Mentan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu, 25 Agustus 2021.

Meski jadi negara tujuan, kata Mentan, saat ini China mulai selektif terhadap barang ekspor yang diterimanya. Bahkan mereka mulai melakukan tracking terhadap komoditas porang dan walet untuk memastikan dua komoditas tersebut dalam keadaan mulus dan berkualitas.

“Mereka melakukam tracking mulai dari mana sarang burungnya, dari mana lahan penanamannya, di mana rumah processingnya, di mana rumah industri pengolahannya sampai di mama tempat pengeringannya. Intinya mereka sangat menjaga bahwa dua komoditi ini kalau tidak bersih banget dam tidak sesuai dengan persyaratan yang mereka punya, maka mereka tidak alan beli,” katanya.

Karena itu, Mentan meminta dukungan Komisi IV DPR RI dan seluruh stakeholder lainya untuk membuka ruang konsultasi dalam menjadikan porang dan walet sebagai komoditas unggulan Indonesia yang bisa memperkuat perekonomian negara.

“2 tahun ini porang dan walet baru kami garap secara serius, bapak. Tapi bukan berarti porang adalah komoditas baru. Porang itu adalah tanaman liar yang berada di hutan-hutan. Kedua adalah sarang burung walet yang secara perlahan tapi pasti bisa kita tangani untuk ekspor,” katanya.

Disisi lain, pemerintah juga mendorong proses hilirisasi sampai pembuatan produk olahan bernilai tinggi seperti tepung porang, beras porang, kue porang dan produk kosmetik yang dibuat dengan bahan baku porang.

“Selain itu porang juga memberi nilai kesejahteraan tinggi terhadap petani, di mana hasil MT 1 per 8 bulan bisa menghasilkan 40 juta, kemudian pada MT 2 bisa menghasilkan 80 juta. Apalagi tanaman ini bisa ditumpangsarikan dengan tanaman pisang yang memiliki masa panen 7 bulan. Artinya ini potensi yang besar yang bisa memberi kemakmuran,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 12:22
Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri
Pedomanrakyat.com, Makassar — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disel...
Metro31 Agustus 2026 11:50
DPRD Makassar Inisiasi Ranperda Jamsostek, Perkuat Perlindungan Pekerja
Pedomanrakyat.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosi...
Metro31 Agustus 2026 09:06
Wali Kota Munafri Bawa Penguatan Pengelolaan Aset Daerah ke Rapat Paripurna DPRD Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan te...
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...