Mentan SYL Dorong Inovasi Pertanian yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim

Nhico
Nhico

Selasa, 25 Januari 2022 11:35

Mentan Syahrul Yasin Limpo, saat hadir dalam pengukuhan Fadjry Djufry sebagai Profesor Riset Kementerian Pertanian, di Bogor, Selasa (25/01/2022).
Mentan Syahrul Yasin Limpo, saat hadir dalam pengukuhan Fadjry Djufry sebagai Profesor Riset Kementerian Pertanian, di Bogor, Selasa (25/01/2022).

Pedoman Rakyat, Bogor – Sektor pertanian saat ini dihdapkan dengan berbagai tantangan. Sumberdaya lahan dan air yang semakin terbatas, serta adanya fenomena perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan suhu, munculnya iklim ekstrim serta terjadinya pergeseran pola musim dan curah hujan telah menjadi ancaman bagi upaya peningkatan produksi pertanian.

Untuk itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus mendorong inovasi pertanian yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Menurutnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) harus bisa membaca perubahan iklim dan beradaptasi dengannya. Bentuk adaptasi itu ditunjukkan dengan menghasilkan varietas benih unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim.

“Kita harus terus mendorong inovasi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim. Seperti bagaimana menghasilkan varietas yang tahan kering sampai tahan rendam, ataupun varietas yang bisa ditanam di lahan kering atau lahan rawa,” ungkap SYL saat hadir dalam pengukuhan Fadjry Djufry sebagai Profesor Riset Kementerian Pertanian, di Bogor, Selasa (25/01/2022).

SYL pun menghargai ide dan pemikiran yang disampaikan Fadjry pada orasinya yang mengangkat tentang “Pertanian Cerdas Iklim Inovatif Berbasis Teknologi Budidaya Adaptif Menuju Pertanian Modern Berkelanjutan”

“Saya yakin pemikiran Prof. Fadjry pada orasi ini adalah akumulasi kegelisahan kita semua. Tanpa ada research & techonolgy, di saat anomaly iklim semakin tidak terprediksi, bisa hancur kita. Ini adalah kesempatan semua pejabat dan politisi untuk berbicara dan berpikir mengenai dampak perubahan iklim,” ujarnya.

SYL pun berharap, peran professor riset di Balitbangtan bisa ikut memperkuat makna penelitian bagi sektor pertanian. “Kita perlu menyadari bahwa riset itu penting untuk keberlangsungan sektor pertanian. Apalagi pertanian hingga saat ini telah membuktikan bisa berkontribusi secara pasti bagi bangsa dan negara,” jelas SYL.

Fadjry pun pada orasinya memaparkan tentang pertanian cerdas iklim inovatif yang berbasis teknologi budidaya adaptif. Ia menawarkan konsep Pertanian Cerdas Iklim Inovatif (PCII) yang merupakan pengembangan dari Climate Smart Agriculture yang dicetuskan FAO pada tahun 2013 sebagai solusi yang bisa digunakan dalam menghadapi perubahan iklim.

“PCII disesuaikan dengan tantangan riil kondisi pertanian Indonesia saat ini, perkiraan keadaan ke depan, serta diperkaya dengan berbagai inovasi teknologi budidaya hasil penelitian di berbagai lokasi dan agroekosistem Indonesia, dan didukung Sistem Informasi Iklim dan Tanaman (SICIT)” jelasnya.

Profesor Riset Kementerian Pertanian ke-159 ini juga merekomendasikan agar konsep Riset dan Pengembangan Inovatif dan Kolaboratif (RPIK) yang telah dikembangkan Balitbangtan sejak 2020 dapat dijadikan pembuka jalan untuk mempercepat hilirisasi penerapan PCII.

“Konsep PCII pada dasarnya juga sangat relevan dengan beberapa program strategis Kementerian Pertanian, terutama program Food Estate pada lahan rawa dan lahan kering, serta lahan kering beriklim kering.” lanjutnya.

Dalam konteks kebijakan, Fadjry menjelaskan bahwa model PCII dapat diposisikan sebagai konsep atau sekaligus strategi dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan pembangunan pertanian lainnya. Selain itu, PCII dapat memperkuat berbagai program strategis Kementerian Pertanian yang relevan seperti food estate, ketahanan pangan, termasuk komitmen internasional dalam menghadapi perubahan iklim.

“Diperlukan penguatan kelembagaan dan korporasi petani, serta kerjasama antara Kementan dengan berbagai lembaga penelitian serta perguruan tinggi untuk mengembangkan dan menerapkan PCII” ungkapnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 Juni 2026 16:24
Plt Dirut PDAM Makassar Tambah Debit Air, Sambungan Pipa Gratis Siap Jangkau Warga Utara
Pedomanrakyat.com, Makassar – Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah utara kota mulai menunj...
Metro30 Juni 2026 15:26
Ketua KNPI Fadel Taufan Ansar Serukan Pemuda Sulsel Bersatu dan Jadi Motor Pembangunan Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Fadel Taufan Ansar (FTA), terus mendorong penyatuan pemuda di Sulawesi Selatan me...
Metro29 Juni 2026 23:39
Wabup Pinrang Ajak Perantau Batulappa Jadi Motor Pembangunan Daerah
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Keberadaan masyarakat Kabupaten Pinrang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi ke...
Metro29 Juni 2026 23:20
Munafri Komitmen Bangkitkan Warisan Kerajaan Tallo Jadi Destinasi Wisata Budaya
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus menegaskan komitmennya untuk menghidupkan situs kebudayaan Kota Makas...