Pedomanrakyat.com, Pangkep – Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti kepala puskesmas dan penanggung jawab program CKG se-Kabupaten Pangkep, di salah satu hotel di Makassar, Jumat (26/6).
Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Pangkep, sekaligus panitia Monev, Astri Aslah Tomo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan monev diikuti oleh 58 peserta
Baca Juga :
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan masyarakat, mendeteksi penyakit lebih dini, serta memberikan penanganan sejak awal guna mencegah terjadinya komplikasi penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Hj Herlina, mengungkapkan bahwa capaian Program CKG di Kabupaten Pangkep hingga semester pertama tahun 2026 telah mencapai 76,6 persen.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga seluruh masyarakat sasaran dapat menjalani skrining kesehatan dan memperoleh tindak lanjut pengobatan apabila ditemukan masalah kesehatan.
“Semoga semua berjalan baik. Kita bisa melakukan skrining kepada masyarakat dan bagi yang memiliki penyakit dapat segera dilanjutkan dengan pengobatan,” ujarnya.
Meski demikian, Herlina mengakui pelaksanaan CKG masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari gangguan aplikasi hingga sasaran yang tidak berada di tempat saat petugas melakukan kunjungan.
Tantangan juga dirasakan di wilayah kepulauan yang membutuhkan akses transportasi laut. Namun, dukungan pemerintah desa dinilai sangat membantu kelancaran pelaksanaan program.
“Untuk wilayah kepulauan, pemerintah desa turut mendukung penyediaan transportasi. Ada juga sasaran yang tidak ditemukan saat kunjungan sehingga petugas harus turun ke lapangan berulang kali,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengapresiasi capaian CKG yang telah mencapai 76,6 persen pada pertengahan tahun ini.
“Suatu kesyukuran, kita bisa mencapai angka 76 persen pada pertengahan tahun ini,” kata Yusran.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk ikut turun langsung mendampingi pelaksanaan CKG jika memiliki kesempatan.
“Kalau ada kesempatan, saya akan ikut turun saat pelaksanaan CKG,” tambahnya.
Meski memberikan apresiasi, Yusran juga menyoroti adanya ketimpangan antara tingginya capaian skrining kesehatan dengan masih rendahnya angka penemuan kasus Tuberkulosis (TBC).
“Menjadi pemikiran kita bersama, capaian CKG tinggi tetapi penemuan TBC masih rendah. Kalau boleh, ini menjadi pembahasan dalam evaluasi,” ujarnya.
Selain itu, Yusran meminta jajaran kesehatan untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular.
Menurutnya, edukasi harus dilakukan secara masif, termasuk melalui kunjungan puskesmas ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Melalui evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Pangkep berharap pelaksanaan Program CKG semakin efektif dalam mendeteksi risiko kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan.

Komentar