Mentan SYL : Peluang Bisnis Pertanian Kita Sangat Besar

Nhico
Nhico

Minggu, 21 November 2021 14:54

Mentan SYL : Peluang Bisnis Pertanian Kita Sangat Besar

Pedoman Rakyat, Jakarta,- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh generasi muda untuk bisa terlibat pada kemajuan sektor pertanian mulai dari hulu hingga hilir. Melalui peran aktif para pemuda diharapkan peluang dan potensi pertanian Indonesia dapat digarap secara maksimal guna meningkatkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

“Saya hadir disini mengajak para lulusan untuk melihat bahwa Indonesia negara terbesar ke empat dunia dengan daratan yang luas yang bisa kita tanami. Ini belum optimal dan pertanian menjadi peluang bisnis yang sangat besar,”kata Mentan SYL pada acara wisuda ke IV Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57) Tahun 2021 di Jakarta pada Sabtu (20/11/21).

Sponsored by ADVERTNATIVE

Mentan menegaskan frame intelektual mampu melahirkan agenda manajemen. Pengukuhan Sarjana Strata-1ini dapat dijadikan sebagai representasi keberhasilan Perguruan Tinggi dalam mendukung proses pembangunan nasional, termasuk mendukung pembangunan pertanian, dengan menghasilkan calon- calon wirausahawan muda yang melek teknologi.

“Pertanian itu lapangan kerja yang terbuka. Sekarang waktu mu mengimplementasikan ilmu mu yang sudah didapatkan. Saya tunggu lulusan ini membangun Indonesia,”tambahnya.

Melansir data BPS, pada triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen q-to-q. Pada triwulan III dan IV, PDB Pertanian tumbuh masing-masing 2,16 persen dan 2,59 persen y-on-y dan mampu sebagai penyelamat perburukan resesi ekonomi nasional.

“Para generasi muda yang melek teknologi digital saat ini sangat dibutuhkan, karena jaman telah mengalami perubahan dari penggunaan teknologi konvensional ke Teknologi 4.0, bahkan sudah mulai beralih ke Society 5.0,”ucap Mentan.

Memasuki tahun 2021, sektor pertanian baik pada triwulan I, III, dan III secara konsisten masih tetap tumbuh positif dan daya beli juga terus membaik. Hal ini terlihat dari indikator Nilai Tukar Petani (NTP), sejak bulan Juni 2020 NTP 99,66 terus meningkat.Pada Oktober 2021, NTP sebesar 106,67 dan meningkat 0,93 persen dibanding September 2021.

“Inovasi teknologi mempunyai peran penting dalam pembangunan pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas dan produksi, mengurangi biaya produksi serta mampu merespon perubahan lingkungan strategis yang terjadi sehingga terjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,”tegas Mentan.

Rektor IBI- K57, Haswan Yunaz memberikan apresiasi atas kinerja dan perhatian Menteri Pertanian dalam upaya mendorong kontribusi sektor pertanian yang terus meningkat khususnya dimasa pandemi dan memacu kami semua untuk mau berinovasi dan memanfatkan peluang bisnis dan infomatika yang ada didepan mata.

“Para hadirin, Menteri Pertanian ini juga mantan Ketua Kosgoro Sulsel. Jadi Beliau ini adalah keluarga besar kita. Terima kasih Pak sudah memberikan orasi yang memacu kami semua,”tutup Haswan.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga28 November 2021 22:00
RMS Racing Team Berhasil Bawa 3 Trofi di Powertrack 2021 Seri 1 Banjar
Pedoman Rakyat, Banjar – Tim balap Rusdi Masse (RMS) Racing Team berhasil membawa tiga trofi di event akbar Powertrack 2021 Putaran Pertama yang...
Metro28 November 2021 21:10
Dua Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang-Dibakar, Kapolrestabes Dudukkan Tokoh Tanah Luwu dan Bone
Pedoman Rakyat, Makassar- Menyikapi penyerangan yang terjadi disejumlah asrama mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sejumlah tokoh m...
Metro28 November 2021 20:30
Alhamdulillah, Kapal Pancing yang Ditumpangi Legislator Sulsel Akhirnya Ditemukan
Pedoman Rakyat, Makassar– Proses pencarian Kapal New Bira Fishing yang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Selat Tanakeke Kabupaten Taka...
Hukum/Kriminal28 November 2021 20:18
Dua Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Lalu Dibakar OTK, Kapolda Sulsel Minta Masyarakat Tenang
Pedoman Rakyat, Makassar- Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana meminta masyarakatl tidak percaya dengan isu hoax yang beredar terkait kasus penyeran...