Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan bersiap menggelar musyawarah cabang (Muscab) secara serentak di 22 kabupaten/kota pada 25–27 April 2026.
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi A. Uskara, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur partai hingga ke daerah, sekaligus mencari figur pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi secara nyata.
“Insyaallah Muscab akan kita laksanakan tanggal 25 sampai 27 April. Kita lakukan secara hybrid, ada sesi online dan offline agar semua daerah bisa terlibat aktif,” jelas Ilham saat ditemui di Kantor DPW PPP Sulsel, Jalan Sungai Saddang, Makassar, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga :
Ilham menjelaskan, pelaksanaan Muscab akan diawali dengan pembukaan secara daring yang rencananya dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PPP.
Selanjutnya, seluruh peserta dari 22 kabupaten/kota akan mengikuti sidang pleno awal dalam satu forum bersama sebelum dilanjutkan secara mandiri di masing-masing daerah.
“Setelah pleno awal, setiap DPC akan melanjutkan sidang di daerahnya. Nanti pada tahap formatur, perwakilan DPW akan hadir langsung untuk memastikan proses berjalan baik,” ujarnya.
Ilham menegaskan, Muscab kali ini tidak sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan pembenahan. Sekitar sepertiga kepengurusan DPC disebut akan dievaluasi, terutama di daerah yang dinilai belum menunjukkan kinerja optimal.
Meski begitu, ia mengapresiasi sejumlah daerah yang telah menunjukkan capaian positif, seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, dan Bone yang berhasil meraih kursi pimpinan.
“Fokus kita adalah menghadirkan sosok yang kuat secara ketokohan dan mampu mengaktifkan mesin partai. Bukan hanya kuat sebagai petarung, tapi juga mampu mengelola organisasi,” tegasnya.
Dalam proses penjaringan, PPP juga membuka peluang bagi figur eksternal dengan syarat melalui tahapan fit and proper test. Sementara bagi kader internal, penilaian lebih menitikberatkan pada rekam jejak dan pengalaman di partai.
Ilham menambahkan, setiap calon ketua DPC diwajibkan menandatangani pakta integritas, termasuk komitmen menyediakan kantor, melengkapi struktur hingga tingkat bawah, serta memenuhi target kaderisasi.
“Ini bagian dari upaya kita membangun partai yang lebih solid dan siap menghadapi verifikasi faktual ke depan,” tutup Ilham.

Komentar