Menteri Maman: Implementasi Hapus Tagih Piutang Macet UMKM Terkendala Restrukturisasi

Nhico
Nhico

Sabtu, 03 Mei 2025 15:21

Menteri Maman.
Menteri Maman.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkap, implementasi program penghapusan piutang macet UMKM terkendala syarat restrukturisasi.

Syarat ini, ujar dia, mengakibatkan jumlah penerima manfaat program ini terancam tak maksimal.

“Karena ada kewajiban harus direstrukturisasi, ini yang menjadi rumit dalam menghapus tagihan UMKM,” ujar Maman dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Mei 2025.

Persyaratan restrukturisasi tertuang dalam PP Nomor 47 Tahun 2024 Pasal 4 Ayat (1) poin a dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Tahun 2023 Pasal 250 Ayat (3). Menurut Maman, restrukturisasi hanya akan berhasil jika angka piutang macet dalam jumlah besar. Tapi jika angka utang kecil, biaya restrukturisasi justru bisa jauh lebih besar.

Dengan syarat ini, politikus Partai Golkar mengungkap, hanya 67.668 debitur dengan total nilai piutang Rp 2,7 triliun dapat dihapus tagih. Padahal, potensi hapus tagih mencapai 1.097.155 debitur dengan total nilai piutang Rp 14,8 triliun. Adapun per 11 April 2025, realisasi hapus tagih piutang UMKM sebesar Rp 486,1 miliar dan menjangkau 19.375 debitur.

Karena itu, Maman mendukung Undang-Undang Nomor Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN sebagai payung hukum pelaksanaan hapus tagih. Khususnya pasal 62 D, E, dan H. “Tidak terdapatnya syarat restrukturisasi,m dapat memaksimalkan potensi hapus tagih piutang UMKM sebesar 1.097.155 debitur dengan nilai piutang Rp1 4,8 triliun,” katanya.

Tapi Maman menambahkan, perlu tindak lanjut aturan turunan dari Undang-Undang BUMN dalam bentuk Peraturan Menteri BUMN seperti tertuang pada pasal 62H, termasuk mekanisme persetujuan dari lembaga pengelola investasi Danantara.

Ihwal kendala ketersediaan plafon anggaran di internal perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), Maman mengklaim setelah rapat umum pemegang saham (RUPS) telah teratasi.

Tapi menurut dia, adanya pergantian direksi usai RUPS juga perlu diperhatikan agar segera mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 September 2026 16:25
Jamkrida-Askrida Tak Setor Dividen 2026, Patudangi Azis Ungkap Dampaknya ke Pendapatan Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi C DPRD Sulawesi Selatan menyoroti belum adanya setoran dividen 2026 dari dua perusahaan yang berkaitan dengan k...
Metro25 September 2026 12:59
TP PKK Makassar Dalami Model Pemberdayaan Perajin di Kampung Batik Cibuluh
Pedomanrakyat.com, Makassar — Tim Penggerak PKK Kota Makassar berkunjung ke Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor, untuk melihat langsung pengembangan k...
Politik25 September 2026 12:16
Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting bagi Masyarakat dan Pembangunan Parepare
Pedomanrakyat.com, Parepare – Wali Kota Parepare Tasming Hamid menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki kontribusi penting dalam kehidupan masy...
Ekonomi25 September 2026 10:56
Aliyah Mustika Ilham Dorong Barongko Go International Lewat Kolaborasi Gastronomi Makassar–Prancis
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mendorong pengembangan kuliner khas Makassar agar semakin inovatif d...