Menuju Zero Stunting, Pemkab Takalar Rembuk Stunting #3

Nhico
Nhico

Sabtu, 26 Maret 2022 15:34

Menuju Zero Stunting, Pemkab Takalar Rembuk Stunting #3 

Pedomanrakyat.com, Takalar – Aksi Konvergensi stunting tahun 2022 digelar dengan Rembuk stunting aksi ke tiga yang berlangsung di Baruga I Manindori, Kantor Bupati Takalar, Selasa (22/3/2022).

Rembuk stunting ini menghadirkan sejumlah kepala OPD, Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Ketua Tim Penggerak PKK tingkat desa di Kabupaten Takalar.

Dalam rembuk stunting ini, Desa Kalukubodo mendapatkan penghargaan atas capaiannya sebagai desa zero stunting pertama di Kabupaten Takalar.

Ketua Tim Penggerak PKK Takalar Dr. Hj. Irma Andriani, S.Pi, M.Si, mengapresiasi capaian Desa Kalukubodo ini, dan berharap desa dan kelurahan lain dapat mengikutinya.

Hj. Irma juga mengevaluasi capaian pencegahan stunting kabupaten Takalar. Ia menekankan evaluasi menyeluruh khususnya pada desa yang berkali-kali menjadi lokus pencegahan stunting namun hingga saat ini masih belum keluar dari zona siaga stunting.

“Seperti Desa Aeng Batu-Batu dan Desa Bontokadatto itu sudah dua tiga kali menjadi lokus pencegahan stunting. Namun masih belum bisa keluar dari desa siaga stunting. Ini yang harus kita ketahui penyebabnya,” kata Hj. Irma.

Komunikasi hingga ke desa-desa dan Posyandu, Kata Hj. Irma harus diperkuat agar tidak terjadi miss persepsi antara data dari pusat dan data dari daerah. Untuk mewujudkan kabupaten Takalar zero stunting.

“Ini akan menjadi evaluasi besar-besaran bagi kita dalam mewujudkan zero stunting. Penanganan dan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus berkolaborasi dengan semua stakeholder. Karena ini menyangkut masa depan bangsa,” tutup Hj. Irma.

Sekretaris Daerah H. Muh. Hasbi, S.Stp, M.Ap yang membuka rembuk stunting menyampaikan bahwa tujuan dari rembuk ini adalah agar tercapai kesepakatan metode apa yang dapat dilakukan agar tidak terjadi miss persepsi dan miss data antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Karena terjadi miss antara data pemerintah pusat dan pemerintah daerah maka inilah tujuan kita melakukan rembuk stunting hari ini. Selama ini data kita berdasarkan by name by adress sedangkan pusat berdasarkan sampling. Inilah yang menjadi masalah,” kata H. Hasbi.

Salah satu contoh perbedaan yang membuat data pusat dan daerah yakni data sampling yang digunakan pusat sebagai acuan sedangkan daerah menggunakan data real berdasarkan kondisi lapangan.

“Kita mengevaluasi apa yang menjadi masalah. Jika kita miss karena perbedaan alat ukur, maka desa bisa menganggarkan untuk pengadaan alat timbang sesuai standar pusat agar datanya sama. Jika masih tidak dilaksanakan maka ini akan menjadi bahan evaluasi untuk anggaran dana desanya,” tegas H. Hasbi.

Rembuk stunting yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Takalar disertai dengan pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Takalar yang turut ditanda tangani oleh Kapolres Takalar Akbp Gotham Hidayat, S.Ik, dan Dandim 1426/Takalar Letkol Czi Catur Witanto.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro12 Februari 2026 23:24
Andi Odhika Dengarkan Keluhan Warga Tamalanrea–Biringkanaya Soal Kesehatan dan Pendidikan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan melanjutkan reses kedua masa persidangan kedua tahun sidan...
Metro12 Februari 2026 22:48
Eric Horas Janji Tindak Lanjut Aspirasi Warga, Dari Drainase hingga Lampu Jalan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas kembali menyapa konstituennya dalam rangka reses kedua masa persidangan...
Edukasi12 Februari 2026 22:36
Kalla Institute Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Ruang Akademik dan Seni
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla Institute menggelar rangkaian kegiatan bertema Pancasila yang melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai upaya...
Metro12 Februari 2026 21:47
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan SAKIP 2025, Nilai Akuntabilitas Kinerja Naik ke Kategori Sangat Baik
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola pemerintahan. Pemprov Su...