Meski Akui 2021 Tahun yang Sulit, Gubernur Sulsel Tetap Optimis Pulihkan Ekonomi

Editor
Editor

Selasa, 19 Januari 2021 17:26

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memimpin rapat TGUPP
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memimpin rapat TGUPP

Pedoman Rakyat, Makassar – Nurdin Abdullah memimpin Rapat Kerja Gubernur Sulawesi Selatan dan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Rinra Makassar, Selasa, 19 Januari 2021.

Adapun fokus bahasan adalah pemantapan program bidang agrokomplek untuk percepatan pemulihan ekonomi tahun 2021 Sulawesi Selatan. Hadir memaparkan rencana programnya di depan Gubernur, diantaranya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Sulsel, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel serta Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel.

Gubernur menyebutkan, tahun 2021 sebagai tahun untuk memaksimalkan berbagai potensi yang dimiliki Sulsel.

“Ini adalah tahun yang tentu masih sulit bagi kita semua. 2020 telah kita lewati dengan kondisi pandemi yang tidak hanya memporak-porandakan kesehatan kita tetapi juga menghancurkan ekonomi dunia, nasional bahkan Sulsel,” kata Nurdin Abdullah.

Tahun ini Pemerintah Sulsel penuh semangat dan optimisme bahwa Sulsel telah teruji dengan berbagai krisis.

“Oleh karena itu saya berharap, hari ini kita akan menyatukan langkah dan visi kita menghadapi kondisi yang demikian sulit ini. Saya kira Sulsel tidak sulit melangkah lebih maju lagi, karena ada beberapa instrumen yang kita miliki yang tentu akan menjadi supporting,” sebutnya.

Lanjutnya, ia menyampaikan bahwa Sulsel adalah provinsi penyangga pangan. Namun, melihat Pendapatan Asli Daerah (PAD) didominasi dari non-pertanian. Maka opportunity (peluang) masih sangat besar untuk meningkatkan pendapatan kita dari sektor pertanian, perikanan dan peternakan.

“Kenapa coba, beberapa masih impor, Bapak Presiden selalu menekankan supaya dorong produksi dari dalam negeri kita untuk mengurangi impor,” ujarnya.

Termasuk misalnya ekspose Dinas Peternakan, gubernur meminta untuk membuat road-map pengembangan peternakan untuk Sulawesi Selatan. Seperti, menciptakan sentra-sentra produksi ternak, termasuk pembukaan akses jalan ke Seko.

Untuk sektor pertanian, pertanian mendorong bagaimana buah-buahan lokal bisa mengalahkan kualitas buah impor.

“Jadi kita tidak lagi melawan buah impor tetapi kita bersaing. Kita persembahkan buah-buahan kita lebih berkualitas. Karena buah impor ini sudah perjalanan panjang. pasti menggunakan bahan yang membuat lebih awet dan sebagainya. Sehingga masyarakat kita jauh lebih sehat dengan menkonsumsi buah lokal,” harapnya.

Beberapa buah impor bisa dikembangkan di Indonesia, seperti lengkeng. Dinas Pertanian dapat memprogramkan dengan menyiapkan bibit lengkeng ke seluruh Sulsel. Dimana nantinya Sulsel dapat menjadi provinsi produksi lengkeng di Indonesia.

Termasuk juga program-program yang mendukung petani dibahas, misalnya subsidi pupuk yang dikurangi Pemerintah Pusat. Kemudian, bgaimana Pemerintah Provinsi Sulsel ini bisa mensupport agar pupuk subsidi ini tidak langkah.

“Sangat ironi, kita ingin meningkatkan produksi tetapi pupuk langka. Maka jangan kita selalu menyalahkan Pemerintah Pusat, subsidi pupuk dikurangi, padahalkan kita ada APBD. Bagaimana APBD hadir untuk memback-up kekurangan pupuk subsidi ini. Karena ini sangat berarti bagi masyarakat, apalagi sebagian besar adalah petani,” jelasnya.

Untuk sektor perikanan, masyarakat pesisir banyak yang hidup di garis kemiskinan. Solusinya menyelesaikan persoalan armada penangkapannya yang masih sederhana, penguasaan teknologi penangkapan masih rendah.

“Ke depan yang harus kita lakukan adalah perbaharui armada penangkapan mereka dari tradisional ke modern. Alat tangkap modern, masyarakat nelayan kita dibuat melek teknologi,” harapnya.

Pemerintah daerah dapat memanfaatkan PT Industri Kapal Indonesia IKI dengan menghadirkan kapal 17 GT. Selain berbiaya murah, juga daya jangkaunya yang jauh.

Ia menambahkan, bahwa selain sebagai birokrat, ia ingin agar Kepala Dinas memiliki jiwa enterpreneur dan berpikir jauh ke depan. Program mereka bukan hanya mengabiskan anggaran saja, tetapi dapat mendatangkan pendapatan asli daerah.

“Jadi tadi saya minta ada beberapa sudah oke, tetapi saya suruh bikin lagi road map. Saya ingin dari tahun ke tahun ada goals yang bisa kita capai,” pungkasnya.

Hadir juga dalam pertemuan ini, Kadis Kehutanan, Kaban BPKAD, Plt. Kaban Bapelitbangda, Dirut Perseroda Sulsel (SCI). Tim TGUPP, Prof. Dr. Marzuki, DEA, Prof. Gagaring dan Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim. (dir)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Oktober 2026 23:17
Hadir di Family Gathering 74 Tahun Kalla, Munafri Apresiasi Kontribusi bagi Pertumbuhan Ekonomi Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Kalla Group yang selama 74 tahun...
Metro24 Oktober 2026 22:25
Doa untuk Negeri dan Deklarari Pemuda Menggema di Penutupan Pekan Raya Pemuda Sulsel & Tudang Sipulung 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pekan Raya Pemuda Sulawesi Selatan dan Tudang Sipulung 2026 ditutup dengan doa bersama untuk negeri dan deklarasi ...
Metro24 Oktober 2026 21:01
Pekan Raya Pemuda Sulsel Berlangsung Sukses, Kadispora Suherman Usul Kegiatan Digelar 24 Kabupaten/Kota
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan, H. Suherman, mendorong Pekan Raya Pemuda Sulawesi Sel...
Ekonomi24 Oktober 2026 14:36
Temui Wamenkes RI, Bupati Ibas Amankan 90 Milliar Lebih Bantuan Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Lutim – Upaya memaksimalkan layanan kesehatan di Luwu Timur membuahkan hasil besar ketika Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam me...