MK Putuskan Caleg Terpilih Dilarang Mundur Sembarangan, Ini Syaratnya

Nhico
Nhico

Senin, 24 Maret 2025 10:56

Sidang MK.
Sidang MK.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – MK memutuskan caleg terpilih tidak bisa mundur dengan mudah dan hanya boleh mengundurkan diri jika mendapat penugasan negara untuk jabatan non-pemilu.

Keputusan ini menanggapi uji materi UU Pemilu oleh mahasiswa UIN Tulungagung.

Alasan uji materi karena caleg terpilih seringkali mundur tanpa alasan jelas, merugikan hak konstitusional pemilih.

MK menilai ketidakjelasan aturan memicu pengunduran diri tanpa alasan dan proses penggantian caleg yang merugikan pemilih.

Pengunduran diri caleg untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah, meskipun bukan pelanggaran prinsip kedaulatan rakyat, mencederai suara pemilih dan berpotensi memicu politik transaksional.

Pengunduran diri hanya dapat dilakukan jika caleg mendapat penugasan dari negara untuk menduduki jabatan yang tidak melalui pemilihan umum.

Keputusan ini merupakan hasil uji materi terhadap Pasal 426 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. MK mengabulkan sebagian permohonan dalam Perkara Nomor 176/PUU-XXII/2024 yang diajukan oleh tiga mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung, Jawa Timur, yakni Adam Imam Hamdana, Wianda Julita Maharani, dan Adinia Ulva Maharani.

“Menyatakan Pasal 426 ayat (1) huruf b UU Pemilu bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai mengundurkan diri karena mendapat penugasan dari negara untuk menduduki jabatan yang tidak melalui pemilihan umum,” kata Ketua MK Suhartoyo saat membacakan amar putusan di Jakarta, seperti dikutip Sabtu (22/3).

Para pemohon mengajukan uji materi karena merasa hak konstitusional mereka dirugikan akibat caleg terpilih di daerah mereka mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.

Sebelumnya, Pasal 426 ayat (2) huruf b UU Pemilu menyatakan bahwa penggantian calon terpilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dapat dilakukan apabila caleg terpilih “mengundurkan diri” tanpa batasan tertentu.

Dalam pertimbangannya, Wakil Ketua MK Saldi Isra menyebut bahwa ketidakjelasan norma dalam pasal tersebut membuka celah bagi caleg terpilih untuk mundur tanpa alasan yang jelas.

Akibatnya, penyelenggara pemilu harus memproses pengunduran diri tersebut, terlepas dari latar belakang atau motif di baliknya.

“Dengan demikian, demi menjaga prinsip kedaulatan rakyat yang diwujudkan melalui pemungutan suara langsung dalam pemilihan umum, pengunduran diri calon terpilih harus memiliki batasan yang jelas,” ujar Saldi Isra.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 11:04
Atlet dan Pelatih Punya Keluhan? KONI Makassar Buka Saluran Pengaduan, Catat Nomornya!
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar membuka layanan pengaduan bagi atlet dan pelatih menjelang Pek...
Politik15 Oktober 2026 03:59
Tok! Mendagri Resmi Berhentikan Husniah Talenrang Tidak dengan Hormat sebagai Bupati Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan secara resmi mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Husniah Talen...
Nasional14 Oktober 2026 23:23
Menhut Perkuat Operasi Darat-Udara di Tanjung Puting, Fokus Lindungi Zona Inti dari Karhutla
Pedomanrakyat.com, Kotawaringin Barat – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutl...
Metro14 Oktober 2026 22:20
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Lima Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan menjangkau...