“Mohon Maaf Masyarakat Indonesia, Khususnya Buruh dan Pekerja,” AHY Usai Demokrat Tolak RUU Cipta Kerja

Editor
Editor

Senin, 05 Oktober 2020 14:26

“Mohon Maaf Masyarakat Indonesia, Khususnya Buruh dan Pekerja,” AHY Usai Demokrat Tolak RUU Cipta Kerja

Pedoman Rakyat, Jakarta – Fraksi Partai Demokrat DPR memutuskan walk out dari Rapat Paripurna terkait pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020).

“Kami Fraksi Partai Demokrat menyatakan walk out dan tidak bertanggung jawab,” kata anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman dalam Rapat Paripurna.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pun angkat bicara terkait penolakan para anggota fraksinya dalam RUU Cipta Kerja.

“Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, selaku Ketua Umum Partai Demokrat, saya bersama Fraksi Partai Demokrat (FPD) memutuskan Partai Demokrat tetap MENOLAK RUU Cipta Kerja,” kata AHY.

“Keputusan kami ini sudah disampaikan oleh F-PD dalam Pandangan Akhir Mini Fraksi pada Pengesahan Tingkat I di Rapat Kerja Badan Legislasi DPR RI (Sabtu, 3/10) dan kami sampaikan lagi dalam pendapat fraksi Sidang Paripurna DPR RI. Sebagai penegasan atas penolakan kami tersebut, Fraksi Partai Demokrat WALK-OUT dari Sidang Paripurna DPR RI,” sambungnya lagi.

“Saya mohon maaf pada masyarakat Indonesia, khususnya buruh dan pekerja, karena kami belum cukup suara untuk bisa memperjuangkan kepentingan rakyat. Insyaallah kita terus memperjuangkan harapan rakyat,” lanjut AHY.

Menurut AHY, RUU Ciptaker ini tidak ada urgensinya. Sekarang ini harus fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. “RUU Ciptaker juga sangat dipaksakan, berat sebelah, dan banyak pasal yang merugikan kaum buruh dan pekerja kita yang jumlahnya besar sekali,” jelasnya.

Bukan hanya itu, lanjut AHY, RUU tersebut juga berbahaya. Nampak sekali bahwa Ekonomi Pancasila akan bergeser menjadi terlalu Kapitalistik dan Neo-Liberalistik. Tentu, menjadi jauh dari prinsip-prinsip Keadilan Sosial. Alih-alih berupaya untuk menciptakan lapangan kerja secara luas, RUU tersebut berpotensi menciptakan banyak sekali masalah lainnya.

“Kita (Partai Demokrat) Harus Berkoalisi dengan Rakyat”, terutama berkoalisi dengan rakyat kecil, termasuk kaum buruh, pekerja yang hari ini paling terdampak oleh krisis pandemi dan ekonomi,” katanya.

“Maka, kepada seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat, mari kita terus berjuang bersama-sama dengan masyarakat. Harapan rakyat, perjuangan Demokrat,” tambahnya.

“Kepada seluruh lapisan dan elemen (utamanya kaum buruh dan pekerja) yang akan terkena dampak dari RUU Cipta Kerja ini, mari kita berjuang bersama-sama untuk selalu bersuara dan tetap menegakkan nilai-nilai keadilan,” tutup AHY. (adi)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 September 2026 23:16
Kabar Baik! Pemkot Makassar Siapkan Nikah Gratis untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat Lontara+
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kabar baik datang dari Pemerintah Kota Makassar, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tahun...
Metro29 September 2026 22:14
Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Desalinasi Air Laut untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, menyiapkan inovasi penyediaan air bersih dan air minum bagi masyarakat di wilayah kepula...
Nasional29 September 2026 21:10
Menhut Raja Juli Antoni: Masyarakat Kunci Cegah Karhutla
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak masyarakat turut menjaga hutan dari kebakaran. Kesadaran masyarakat dal...
Metro29 September 2026 20:11
Urban Farming Berbasis Warga, Pemkot Makassar dan UIM Kembangkan Jamur Tiram Putih
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, bersama Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menggagas program pengembangan budida...