Pedomanrakyat.com, Makassar – Regenerasi kepemimpinan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Talas Universitas Muhammadiyah Makassar memasuki babak baru.
Musyawarah Besar (MUBES) XVI yang berlangsung selama lima hari, 20–24 Agustus 2026, menetapkan Supriadi Jobs sebagai Ketua Umum UKM Seni dan Budaya Talas periode 2026–2027.
MUBES XVI digelar di Rumah Adat Majene, kompleks Benteng Somba Opu. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi kepengurusan, pembahasan aturan organisasi, hingga penyusunan arah baru Talas.
Baca Juga :
Supriadi Jobs terpilih melalui mekanisme musyawarah formatur setelah melewati tahapan seleksi dan wawancara bersama tujuh penguji senior.
Dalam rekapitulasi hasil wawancara, Supriadi meraih 511 poin dan berada di posisi pertama. Ia unggul tipis dari Salsabila Nurfadhila yang mengantongi 510 poin, sementara Al Fathul Fatra berada di posisi ketiga dengan 356 poin.
Penetapan Supriadi sebagai ketua umum ditandai dengan penyerahan bendera organisasi dan pemasangan passapu oleh perwakilan angkatan ke-7, Andi Ismaila.
Sebelum proses suksesi, forum terlebih dahulu mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum periode 2025–2026, Andini Firna Arianti, bersama jajaran pengurus. LPJ tersebut mencakup evaluasi program kerja dan tata kelola organisasi selama satu periode kepengurusan.
Salsabila Nurfadhila yang menjadi bagian dari formatur mengapresiasi proses pemilihan yang dinilainya berjalan demokratis.
“Pelaksanaan MUBES ini sangat memberikan banyak pengetahuan baru bagi kami. Prosesnya berjalan sangat demokratis. Untuk ketua umum terpilih, Supriadi Jobs, kami berharap dapat mengemban amanah sebaik mungkin dan menjalankan visi-misi yang telah dicanangkan,” ujar Salsabila.
Bawa Talas Lebih Adaptif
Supriadi membawa visi menjadikan TALAS sebagai ruang berkarya yang berkemajuan, bernafaskan nilai Islam dan Muhammadiyah, berakar pada budaya, bertumbuh dalam kebersamaan, serta adaptif terhadap teknologi.
Visi tersebut akan diterjemahkan melalui penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), konsolidasi internal yang inklusif, pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan karya, serta pelestarian seni dan tradisi Bugis-Makassar.
Suasana MUBES XVI sendiri berlangsung dinamis. Perdebatan dalam forum tidak hanya berkaitan dengan suksesi, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola dan konstitusi organisasi.
Koordinator Steering Committee, Asmaul Husna, mengatakan dinamika tersebut menjadi tantangan tersendiri karena forum turut dihadiri senior dan alumni dengan latar belakang akademik yang kuat.
“Sebagai pimpinan sidang, kami harus tetap mempertegas dan mengendalikan forum agar tata tertib musyawarah berjalan terarah,” kata mahasiswa Ilmu Pemerintahan tersebut.
Ia juga berharap MUBES berikutnya dapat dipersiapkan lebih matang, salah satunya melalui pelaksanaan pra-MUBES agar peserta memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap mekanisme persidangan.
Sementara itu, Ketua Panitia MUBES XVI, Febrianto, mengakui pelaksanaan kegiatan menghadapi tantangan, terutama dari sisi waktu persiapan dan penggalangan dana secara kolektif.
Meski demikian, panitia tetap berupaya memastikan seluruh agenda organisasi dapat berjalan hingga tuntas.
Berakhirnya MUBES XVI sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru TALAS. Dengan kepemimpinan Supriadi Jobs, organisasi mahasiswa seni dan budaya tersebut diharapkan semakin mampu menjadi ruang kreativitas generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi.

Komentar