Nekat Bikin Karangan Bunga Mulyono & Tulis Fufufafa Untuk Prabowo-Gibran, BEM FISIP Unair Dibekukan

Nhico
Nhico

Senin, 28 Oktober 2024 09:46

Karangan Bunga BEM FISIP Unair.(F-INT)
Karangan Bunga BEM FISIP Unair.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Surabaya – BEM Fakultas Ilmu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) mengirim karangan bunga yang berisi sindiran atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Tulisan dalam karangan bunga ini membuat BEM FISIP Unair dibekukan.

‘Selamat atas dilantiknya Jenderal bengis pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi, Jenderal TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo (Ketua Tim Mawar) – Gibran Rakabuming Raka (Admin Fufufafa. Dari: Mulyono (Bajingan Penghancur Demokrasi)’.

Presiden BEM FISIP Unair Tuffahati Ullayyah Bachtiar menjelaskan, BEM FISIP Unair melalui Kementerian Politik dan Kajian Strategis memberikan ucapan selamat kepada Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Karangan bunga itu diletakkan di Taman Barat FISIP Unair pada Selasa (22/10/2024).

Namun, sekitar pukul 18.45 WIB, karangan bunga ditarik karena hujan. Karangan bunga satire itu pun viral di medsos X dan TikTok dengan respons pro-kontra dan dukungan dari mahasiswa, khususnya Unair.

Kamis (24/10/2024) pukul 22.25 WIB, Tuffa mendapat surat pemanggilan dari Ketua Komisi Etik Fakultas untuk mengklarifikasi karangan bunga tersebut.

Keesokan harinya, Jumat (25/10/2024) sekitar 09.03 WIB, Tuffa bersama Wakil dan Menteri Politik dan Kajian Strategis memenuhi panggilan Komisi Etik Fakultas di Common Room FISIP Unair.

Dalam klarifikasinya, Tuffa menjelaskan, karangan bunga tersebut murni hasil inisiasi Kementerian Politik dan Kajian Strategis BEM FISIP.

Ia memastikan tidak ada keterlibatan pihak luar pada karangan bunga. Selebihnya, Komisi Etik hanya ingin memastikan karangan bunga itu benar milik BEM FISIP Unair.

Setelah itu, sore harinya pukul 16.13 WIB, BEM FISIP Unair mendapat surel dari email surat No 11048/TB/UN3.FISIP/KM.04/2024 yang ditandatangani Dekan FISIP Unair Prof Bagong Suyanto menyatakan BEM FISIP Unair dibekukan.

“Benar, (besok dekanat bertemu BEM FISIP bahas pembekuan). Pembekuan ini buntut dari ungkapan ekspresi kekecewaan terhadap fenomena Pemilu 2024, yang dituangkan dalam karya seni satire berbentuk karangan bunga atas pelantikan presiden dan wakil presiden,” kata Tuffa saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (27/10/2024).

Tuffa mengaku belum ada diskusi lebih lanjut dengan Dekan FISIP perihal surat pemberitahuan pembekuan BEM. Meski begitu, ia menegaskan pihaknya tidak akan menyerah memproses keadilan bagi seluruh fungsionaris, dan tetap melanjutkan perjuangan sampai waktu demisioner yang telah ditentukan.

Sementara Dekan FISIP Unair Unair membenarkan pembekuan tersebut. Akan tetapi, dia enggan berkomentar banyak, dan hanya mengatakan akan melakukan pertemuan dengan BEM FISIP pada Senin (28/10/2024).

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 Juni 2026 20:30
Tinjau Lokasi Kebakaran, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pemuliha...
Metro01 Juni 2026 19:28
Munafri Arifuddin Hadiri Syukuran HUT Kodam XIV/Hasanuddin, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara Syukuran Dirgahayu ke-69 Komando Daerah Militer (Kodam) XI...
Metro01 Juni 2026 18:29
Hadiri Sannipata Waisak 2026, Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi dalam Pembangunan Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan ...
Metro01 Juni 2026 17:34
Legislator NasDem sebut Pancasila Hidup Lewat Budaya, Generasi Muda Jangan Kehilangan Jati Diri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimaknai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mahmud, sebagai penging...