Nepal Membara! Gedung Parlemen Dibakar, Massa Merangsek Masuk-Murka Korupsi Pejabat

Nhico
Nhico

Rabu, 10 September 2025 15:33

Nepal Membara! Gedung Parlemen Dibakar, Massa Merangsek Masuk-Murka Korupsi Pejabat

Pedomanrakyat.com, Nepal Gedung parlemen Nepal diserbu dan dibakar oleh ribuan demonstran, termasuk angkatan muda dan generasi Z (gen Z), Selasa (9/9/2025), atas kemarahan mereka pada korupsi di negaranya.

Peristiwa tersebut terjadi beberapa menit sebelum Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya.

Aksi itu berlangsung di tengah gelombang protes besar-besaran. Pemerintah sempat memberlakukan larangan terhadap 26 platform media sosial, termasuk Facebook, WhatsApp, Instagram, dan YouTube.

Pemblokiran media sosial justru semakin memantik amuk massa, hingga berujung ricuh dan menewaskan sedikitnya 19 jiwa, sebagaimana dilansir Hindustan Times.

Meski blokade media sosial sudah dicabut pada Senin (8/9/2025) malam, kemarahan publik terus meluas, terutama setelah korban jiwa berjatuhan dalam aksi unjuk rasa.

Dalam video terbaru yang beredar, ribuan orang menerobos masuk ke kompleks parlemen pada Selasa. Asap hitam pekat tampak membumbung dari salah satu gedung yang dibakar massa.

Meski bangunan sudah terbakar, ribuan pengunjuk rasa tetap bergerak menuju parlemen sambil mengibarkan bendera dan berseru mengusir serta menghukum koruptor.

Selain gedung parlemen, kediaman pribadi Oli di Balkot, Bhaktapur, juga dibakar massa.

Rumah sejumlah pejabat senior lainnya pun menjadi sasaran, termasuk kediaman mantan Menteri Dalam Negeri Nepal Ramesh Lekhak di Naikap.

Lekhak baru saja mundur dari jabatannya sehari sebelumnya, setelah menuai kecaman atas penggunaan kekerasan polisi terhadap demonstran.

Tak hanya itu, kantor pusat Partai Nepali Congress di Sanepa dilaporkan ikut dirusak pada Selasa siang.

Massa juga menerobos masuk ke kompleks Singha Durbar, pusat administrasi pemerintahan Nepal, melalui gerbang barat. Mereka dilaporkan juga membakar gerbang tersebut sebelum memaksa masuk.

Sementara itu, media lokal menyebut ratusan demonstran sempat masuk ke kantor perdana menteri sambil meneriakkan yel-yel anti-pemerintah.

Gelombang protes ini menelan korban jiwa. Sedikitnya 19 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 300 orang lain mengalami luka-luka.

Otoritas kemudian memberlakukan jam malam di sejumlah titik di Kathmandu setelah jatuhnya banyak korban.

Di sisi lain, Bandara Internasional Tribhuvan (TIA) juga menghentikan seluruh penerbangan pada Selasa dengan alasan keamanan.

“Bandara tidak ditutup, tetapi semua penerbangan hari ini dibatalkan,” ujar General Manager TIA Hansa Raj Pandey.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 08:02
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan...
Metro16 April 2026 23:24
Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, PKL di BTP Bongkar Lapak Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026),...
Metro16 April 2026 23:03
Bahas LKPJ hingga Larut Malam, Komisi E Tegaskan Kesehatan Masyarakat Tak Boleh Dikompromi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel...
Metro16 April 2026 22:40
Sekda Sulsel Buka High Level Meeting TP2DD 2026, Dorong Sinergi Optimalkan Pajak Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membuka secara resmi High Level Meeting dan Asistensi C...