Ngeri, 62 Mayat Ditemukan Terbakar di Lokasi Ledakan Truk Pengangkut BBM

Nhico
Nhico

Kamis, 16 Desember 2021 09:00

Lokasi ledakan yang mengakibatkan 90 mayat ditemukan terbakar.(F-Int)
Lokasi ledakan yang mengakibatkan 90 mayat ditemukan terbakar.(F-Int)

Pedoman Rakyat, Makassar – Petugas penyelamat telah menemukan 62 mayat di lokasi ledakan truk bahan bakar di kota Cap-Haitien, kata seorang pejabat pemadam kebakaran pada hari Rabu (15/12/2021), menambahkan bahwa jumlah korban tewas diperparah oleh warga yang berusaha membongkar kendaraan untuk mengumpulkan bahan bakar.

Ledakan itu menghanguskan fasad rumah dan toko di dekatnya dan menghancurkan mobil dan sepeda motor pada Senin malam setelah truk terbalik, kecelakaan yang menurut saksi mata terjadi ketika pengemudi truk berusaha menghindari menabrak sepeda motor.

Sebuah stasiun radio Haiti mengutip seorang pejabat lokal yang menyebutkan jumlah korban tewas di kota di pantai utara Haiti itu sebanyak 75 orang. Namun penghitungan resmi, termasuk mereka yang meninggal di rumah sakit utama kota itu, belum jelas karena dokter di sana belum menyelesaikan penghitungan, kata mereka, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/12/2021).

Proses pencarian sudah selesai di lokasi ledakan, kata pejabat lain, Frandy Jean, yang mengepalai pemadam kebakaran Haiti untuk wilayah utara.

Dampak ledakannya diperparah karena warga menyimpan BBM di rumah mereka dan karena beberapa mendekati truk ketika terbalik, kata Jean, tindakan yang disebabkan keputusasaan karena kekurangan bensin yang parah.

“Sopir telah memperingatkan orang-orang untuk tidak mendekati truk,” kata Jean dalam sebuah wawancara. “Mereka tidak mendengarkan. Mereka membawa telepon mereka, yang mereka gunakan (sebagai senter), dan beberapa mencoba melubangi tangki dengan palu.”

Perdana Menteri Ariel Henry pada hari Selasa mengunjungi rumah sakit utama Cap-Haitien untuk bertemu dengan para korban. Dia berjanji mengeluarkan dana pemerintah sebagai respons atas tragedi itu, dan mengatakan jenazah akan dimakamkan di pemakaman resmi kenegaraan.

Rabu adalah hari pertama dari tiga hari berkabung nasional untuk para korban.

Selama hampir satu bulan, Haiti mengalami kekurangan bahan bakar yang melumpuhkan mulai Oktober ketika koalisi sejumlah geng memblokir akses ke terminal bahan bakar, memaksa beberapa bisnis dan rumah sakit ditutup sebagian atau seluruhnya sebagai akibatnya.

Geng tersebut bulan lalu mencabut blokadenya, tetapi banyak orang Haiti mengatakan mereka masih berjuang untuk mencari bahan bakar.

Geng telah tumbuh lebih kuat sejak pembunuhan Juli terhadap Presiden Jovenel Moise, yang menciptakan kekosongan politik dan memungkinkan kelompok kriminal memperluas wilayah mereka.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro03 Februari 2026 22:39
Pemprov Sulsel Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Singapura
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menerima kunjungan Embassy of the Republic of Singapore...
Metro03 Februari 2026 21:31
Muhammad Sadar Gelar Pengawasan APBD di Pangkep, Soroti Infrastruktur Jalan hingga UMKM Perikanan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, telah melaksanakan pengawasan pelaksanaan Angg...
Daerah03 Februari 2026 20:28
Syaharuddin dan Wabup Nurkanaah Audiensi ke BNPB, Perjuangkan Bantuan Penanganan Bencana
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah melakukan audiensi dengan Kepala BNPB yang diw...
Metro03 Februari 2026 19:25
Di Rakornas 2026, Gubernur Andi Sudirman Tegaskan Kesiapan Sulsel Jalankan Program Prioritas Presiden
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat...