Ngeri! Mirip di India, Pengunjung Ancol Membeludak 39 Ribu Orang, Potensi Klaster Penyebaran Covid

Jennaroka
Jennaroka

Sabtu, 15 Mei 2021 16:38

Foto kiri warga mandi bersama di Sungai Gangga India. Foto kanan, pengunjung Ancol pada Jumat (14/5/2021). (Foto: Twitter)
Foto kiri warga mandi bersama di Sungai Gangga India. Foto kanan, pengunjung Ancol pada Jumat (14/5/2021). (Foto: Twitter)

Pedoman Rakyat, Jakarta – Kunjungan wisatawan ke Pantai Ancol, Jakarta pada Jumat (14/5/2021), membludak, mencapai kisaran 39.000-an pengunjung. Lonjakan pengunjung Ancol pun menjadi trending topic di Twitter. Kerumunan wisatawan di Ancol dikhawatirkan bakal memicu terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Tidak sedikit warganet yang membandingkan kerumunan kunjungan wisatawan yang mandi di Pantai Ancol, mirip dengan yang dilakukan warga India saat melakukan ritual mandi di Sungai Gangga yang diduga menjadi pemicu terjadinya gelombang “tsunami” Covid-19.

Sponsored by ADVERTNATIVE

Warganet semakin geram lantaran di satu sisi Pemerintah Provinsi DKI membuka Pantai Ancol untuk umum pada hari kedua Lebaran, namun di sisi lain mengeluarkan kebijakan larangan ziarah kubur.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar meminta Pemprov DKI lebih bijak dalam membuat sebuah kebijakan. Menurutnya, kebijakan membuka Pantai Ancol, jelas menimbulkan kerumunan yang sulit dikendalikan.

“Bagaimana orang mandi di pantai bisa menerapkan protokol kesehatan? Pakai masker juga tidak mungkin. Mau jaga jarak juga bagaimana caranya? Lihat saja berbagai gambar kerumunan yang terjadi di Ancol pada Jumat kemarin,” ujar Gus AMI, sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar, Sabtu (15/5/2021) dilansir dari website resmi DPR RI.

Ketua Tim Pengawasan Penanganan Bencana Covid-19 DPR ini meminta agar Pemprov DKI tidak membuat standar ganda dalam sebuah kebijakan. Disatu sisi ziarah kubur yang menjadi ritual umat muslim saat Lebaran dilarang dengan alasan mencegah penularan Covid-19 karena terjadi kerumunan massa, namun di sisi lain wisata Ancol dibuka.

“Kalau hari (Sabtu) ini akhirnya ditutup, ya jangan penutupan sementara untuk hari ini saja. Keselamatan rakyat harus diprioritaskan. Jangan membuat kebijakan yang justru mengorbankan rakyat. Jangan sampai apa yang terjadi di India, terjadi pula di Indonesia akibat sebuah kebijakan yang tidak tepat,” kata Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Diketahui, pada hari kedua Lebaran, jumlah kunjungan ke Pantai Ancol membludak hingga tembus 39.000-an pengunjung. Mereka terlihat asyik mandi di pantai tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Hal ini dikhawatirkan bakal menjadi penyebab klaster baru penularan Covid-19.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro20 Juni 2021 22:23
Legislator NasDem Sulsel Cicu Pantau Bantuan Alat Kemasan: Kita Ingin Pastikan Berjalan Baik atau Tidak
Pedoman Rakyat, Makassar – Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi menggelar tatap muka dengan konstituen dalam agenda Kunjungan Daerah Pemili...
Metro20 Juni 2021 20:22
Parah, Prof Rudy Nyosor Ingin Cium Bu Dosen di Kamar Hotel
Pedoman Rakyat, Jakarta – Nama Profesor Rudy kembali dibahas. Bagaimana tidak, meski sudah dicopot dari jabatannya, Rudy tetap disorot karena ti...
Politik20 Juni 2021 19:36
Suarakan Jokowi 3 Periode, M Qodari Bisa Dipolisikan
Pedoman Rakyat, Jakarta – Mantan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang terus menyuarakan jika Joko Widodo bisa tiga periode, bisa dipo...