Palsukan Surat Vaksin, Polisi Amankan 2 Sopir Travel, Begini Modus Pelaku

Nhico
Nhico

Kamis, 19 Agustus 2021 12:11

Palsukan Surat Vaksin, Polisi Amankan 2 Sopir Travel, Begini Modus Pelaku

Pedoman Rakyat, Jembrana – Jajaran Polres Jembrana mengamankan dua tersangka kasus surat vaksinasi Covid-19 palsu di Pelabuhan Gilimanuk.

Dua tersangka yang merupakan oknum sopir travel ini modusnya menyediakan kelengkapan syarat penumpang agar dapat melakukan perjalanan laut, menggunakan identitas orang lain.

Sponsored by ADVERTNATIVE

“Dua pelaku ini kita amankan di waktu berbeda. Supriadi Holifin sopir travel APV DK 1442 KJ asal Jember pada Selasa 17 agustus pagi dan tersangka Abdul Halim asal Pamekasan kita amankan hari ini Rabu pagi,” ujar Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Rabu (18/8/2021) di Mapolres Jembrana.

Diketahui, untuk satu penumpang, pelaku memungut ongkos antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per orang.

Modus ini terungkap polisi, saat dilakukan pemeriksaan kelengkapan syarat pelaku perjalanan dalam negeri khususnya perjalanan penyeberangan laut.

Para pelaku perjalanan diwajibkan menyertakan Rapid Antigen dan Surat Vaksin minimal dosis I. Namun saat dua travel itu melintas, diketahui ada perbedaan data identitas penumpang dan surat yang dibawa.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata para penumpang ini mengaku membayar ke sopir untuk mendapatkan syarat perjalanan tersebut.

Sopir travel mobil Suzuki APV DK 1442 KJ, Supriadi Holifin (28) asal Jember, Jawa Timur mengaku menarik biaya per orang sebesar Rp300 ribu. Sementara Abdul Halim (28) asal Pamekasan menarik biaya Rp500 ribu per orang untuk syarat tersebut.

“Jadi keduanya telah mempersiapkan surat-surat orang lain itu untuk digunakan pada penumpang angkutan mereka. Kita amankan keduanya berikut sejumlah barang bukti,” terang AKBP Adi Wibawa didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP M. Reza Pranata.

Dari pengakuan para pelaku, surat palsu ini didapatkan dari teman sesama sopir travel di Jawa.

Keduanya dijerat Pasal 263 KUHP ayat 2 KUHP atau Pasal 268 ayat 2 KUHP atau Pasal 14 ayat 1 UU nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah21 September 2021 22:49
Kabar Baik Corona, Tak Ada Lagi Daerah Level 4 di Sulteng, Gubernur Rusdi Mastura: Tetap Disiplin Prokes
Pedoman Rakyat, Palu – Pengendalian Covid-19 di Sulteng menunjukkan tren baik dengan terkendalinya penularan. Atas kondisi itu, tak ada lagi kab...
Politik21 September 2021 22:34
Kesiapan NasDem Sigi Sulteng 2024 Lebih Matang
Pedoman Rakyat, Sigi – Kesiapan mesin Partai DPD NasDem Kabupaten Sigi, Sulteng, menatap Pemilu 2024 diyakini lebih matang dari sebelumnya. Itu ...
Hukum/Kriminal21 September 2021 21:00
Saat Pacaran Rekam Lagi Berhubungan Seks, Giliran Putus Video Disebar ke Medsos, Wanita Cantik di Makassar Lapor Polisi
Awalnya nggak mau, tapi karena dibujuk dipaksa akhirnya dia lakukan (rekam video), tapi tidak ada kesepakatan bahwa kita sama-sama merekam. Jadi itu i...
Metro21 September 2021 20:55
Harga Telur Anjlok di Sulsel, Syaharuddin Alrif Pimpin Langsung Rapat dan Carikan Solusi Para Pengusaha Ayam Potong-Petelur
Pedoman Rakyat, Makassar – Pengusaha ayam petelur dan ayam potong di Sulawesi Selatan, mengeluhkan kondisi usahanya yang mengalami kerugian akib...