Pasca Putusan MK, Presiden Jokowi Tegaskan Undang-undang Cipta Kerja Masih Berlaku

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Senin, 29 November 2021 18:49

Pasca Putusan MK, Presiden Jokowi Tegaskan Undang-undang Cipta Kerja Masih Berlaku

Pedoman Rakyat, Jakarta – Presiden Joko Widodo menegaskan, Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tetap berlaku pasca-putusan yang dikeluarkan Mahkamah konstitusi (MK) yang menyatakan, bahwa UU tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum secara bersyarat.

Dalam keterangan pers di Istana Merdeka, pada Senin (29/11/21), Kepala Negara mengatakan, selama berlaku, tidak ada satu pun pasal di UU Cipta Kerja yang dibatalkan atau dinyatakan tidak berlaku oleh MK.

“Seluruh materi dan substansi dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan aturan sepenuhnya tetap berlaku, tanpa ada satu pasal pun yang dibatalkan atau dinyatakan tidak berlaku oleh MK,” jelas Presiden yang didampingi seluruh Menko dan Menteri Sekretaris Negara.

Presiden Jokowi pun memerintahkan kepada seluruh menko dan menteri terkait untuk segera menindaklanjuti putusan MK itu.

“Saya telah memerintahkan kepada para menkodan para menteri terkait untuk segera menindaklanjuti putusan MK itu secepatnya,” lanjut Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah dan DPR sebagai pembentuk dan penyusun Undang-Undang diberikan waktu selama 2 tahun untuk melakukan revisi atau perbaikan.

“Dengan demikian, seluruh peraturan pelaksanaan Cipta Kerja yang ada saat ini masih tetap berlaku dengan dinyatakan masih berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja oleh MK,” ujar Presiden Jokowi lebih lanjut.

Presiden Jokowi pun menegaskan, komitmen pemerintah terhadap agenda reformasi struktural menjadi deregulasi dan debirokratisasi.

“Akan terus kita jalankan kepastian hukum dan dukungan pemerintah untuk kemudahan investasi dan berusaha akan terus saya pimpin. Saya pastikan sebagai negara demokrasi yang berdasarkan hukum pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020,” ungkap Jokowi.

Sebanyak 9 orang hakim MK yaitu Anwar Usman selaku ketua, Aswanto, Wahihuddin Adams, Suharyanto, Enny Nurbaningsih, Saldi Isra, Arief Hidayar, Manahan M.P. Sitompul, dan Daniel Yusmic P. Foekh pada 25 November 2021 telah mengambil putusan dalam perkara uji formil UU Cipta Kerja.

 Komentar

Berita Terbaru
Edukasi09 Oktober 2026 12:00
Sekolah Islam Athirah Buka PPDB 2027/2028, Siapkan 1.188 Kursi dan Diskon untuk 423 Pendaftar Pertama
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekolah Islam Athirah menyiapkan 1.188 kursi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2027/2028. Ju...
Daerah08 Oktober 2026 23:23
Bawa 314 Kontingen di Porprov XVIII, Bupati Syaharuddin Alrif Targetkan Sidrap Tembus 10 Besar
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Sy...
Politik08 Oktober 2026 22:28
Bawaslu Sulsel Dorong Kampus Jadi Ruang Edukasi Politik dan Pengawasan Pemilu
Pedomanrakyt.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan memperkuat kerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Filsa...
Metro08 Oktober 2026 21:24
Ashabul Kahfi Apresiasi Program MYP: Ini Sejarah, Pemprov Sulsel Bangun Jalan Beton setebal 40 cm
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Ashabul Kahfi, mengapresiasi program Multi Years...