Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan, H. Suherman, mendorong Pekan Raya Pemuda Sulawesi Selatan dan Tudang Sipulung tidak hanya menjadi agenda tahunan di tingkat provinsi, tetapi juga digelar di 24 kabupaten/kota.
Harapan itu disampaikan Suherman saat membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan pada malam penutupan Pekan Raya Pemuda Sulsel dan Tudang Sipulung 2026 di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pertemuan bagi organisasi kepemudaan, komunitas, dan generasi muda untuk bertukar gagasan serta membangun kolaborasi.
Baca Juga :
- Alhamdulillah! Nelayan di Kupa Barru Panen Ikan Rp200 Juta Berkat Program Apartemen Ikan Gubernur Sulsel
- Kadispora Suherman Ingin Pekan Raya Pemuda Sulsel Berlanjut Tiap Tahun, Jadi Panggung Kreativitas dan Promosi UMKM
- Buka Pekan Raya Pemuda Sulsel 2026, Kadispora Suherman Dorong Kreativitas dan Karakter Generasi Muda
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata Suherman, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskannya.
“Pekan Raya Pemuda ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pemuda untuk menunjukkan gagasan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Selatan,” demikian pesan Gubernur yang disampaikan Suherman.
Suherman berharap kegiatan serupa kembali digelar pada tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta.
Bahkan kata dia, pemerintah provinsi berharap kabupaten/kota dapat menyelenggarakan kegiatan serupa, sebelum puncak perayaan dipusatkan di tingkat provinsi.
Dengan demikian, peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober dapat menjadi momentum yang lebih luas untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Suherman juga menekankan pentingnya Tudang Sipulung sebagai ruang musyawarah untuk membahas berbagai persoalan dan merumuskan solusi bagi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, ketika pemuda diberi kesempatan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi, berbagai gagasan baru dapat muncul untuk menjawab tantangan pembangunan.
“Melalui kolaborasi dan komunikasi, kita berharap lahir gagasan-gagasan baru yang bisa menjadi solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel selama ini menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, mulai dari kegiatan wawasan kebangsaan, pemilihan putra-putri daerah, pertukaran pelajar dalam dan luar negeri, hingga pelatihan kewirausahaan dan kepemimpinan.
Berbagai program tersebut diharapkan mampu membekali pemuda agar lebih siap mengambil peran dalam pembangunan dan menghadapi tantangan masa depan.
Atraksi Ekstrem Meriahkan Penutupan
Malam penutupan Pekan Raya Pemuda Sulsel dan Tudang Sipulung 2026 turut dimeriahkan penampilan talent show Awal Miracle.
Penampilannya menarik perhatian peserta melalui atraksi yang disebut sebagai sulap, di antaranya aksi yang menampilkan ketahanan terhadap senjata tajam serta berbaring di atas tumpukan pecahan kaca.
Atraksi tersebut menjadi salah satu hiburan yang mewarnai puncak kegiatan kepemudaan yang diikuti organisasi kepemudaan dan komunitas dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Menutup sambutannya, Suherman menyampaikan apresiasi kepada panitia, organisasi kepemudaan, komunitas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, masa depan Sulawesi Selatan turut ditentukan oleh kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan mendatang.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk terus membangun Sulawesi Selatan melalui pemuda yang berdaya, pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta kolaborasi yang semakin kuat.

Komentar