Pemprov Sulsel Dorong Aksi Konkret Cegah Stunting Lewat Pemanfaatan Data Gizi

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 16 Juli 2025 18:03

Wakil Kepala Daerah se-Sulsel hadiri acara Lokakarya “Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak – Mewujudkan Program Gizi yang Terarah, Terintegrasi, dan Berkelanjutan”.
Wakil Kepala Daerah se-Sulsel hadiri acara Lokakarya “Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak – Mewujudkan Program Gizi yang Terarah, Terintegrasi, dan Berkelanjutan”.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmennya dalam percepatan pencegahan stunting melalui penyelenggaraan Lokakarya “Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak – Mewujudkan Program Gizi yang Terarah, Terintegrasi, dan Berkelanjutan”, bekerja sama dengan UNICEF Indonesia dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (15/7/2025). Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting serta menangani berbagai bentuk malnutrisi secara sistematis dan berkelanjutan.

Hadir dalam lokakarya ini perwakilan kementerian/lembaga nasional seperti Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, serta Sekretariat Wakil Presiden RI. Selain itu, turut hadir Wakil Bupati/Wali Kota serta jajaran pimpinan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Provinsi Sulsel, diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., MM., MH.

Ia menekankan pentingnya konversi data, transformasi data menjadi aksi konkret, serta perlunya memperkuat kepemimpinan daerah dalam pelaksanaan program gizi.

Bahwa data gizi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, dan kepemimpinan daerah menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan signifikan.

“Data tidak boleh berhenti di laporan, tapi harus menjadi dasar keputusan dan langkah nyata. Kepemimpinan di tingkat daerah sangat menentukan keberhasilan program gizi,” ujar M. Ishaq Iskandar.

Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja, Ph.D, menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi, yaitu stunting dan wasting, obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia.

Masalah ini berdampak besar terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas SDM Indonesia secara jangka panjang. Kolaborasi semua pihak menjadi keharusan.

Ketiga masalah ini tidak hanya mengancam tumbuh kembang anak, tetapi juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia, sehingga diperlukan kolaborasi dan komitmen bersama untuk program gizi yang efektif.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 serta Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (Stranas P3S) 2025–2029 menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan dan program intervensi yang lebih terukur dan efektif.

Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk membantu daerah dalam menganalisis, menerjemahkan, dan memanfaatkan data SSGI dan panduan Stranas P3S dalam perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan program gizi yang lebih terarah dan terukur.

Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, M.P.H., menyatakan bahwa, lokakarya ini bertujuan memperkuat kapasitas daerah dalam memanfaatkan data, menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta mengimplementasikan strategi nasional pencegahan stunting secara kolaboratif.

Agenda lokakarya mencakup sesi panel, diskusi kelompok, dan penyampaian pernyataan komitmen dari pimpinan daerah. Isu-isu strategis yang dibahas antara lain pengelolaan program gizi, komunikasi perubahan perilaku, dan intervensi gizi di sekolah.

Sebagai tindak lanjut, peserta dari provinsi dan kabupaten/kota diminta menyusun dokumen hasil analisis data SSGI dan Stranas P3S, rencana aksi lintas sektor, dan pembagian peran hingga 2030.

Dengan terselenggaranya lokakarya ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan Sulawesi Selatan bebas stunting dan malnutrisi.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 Mei 2026 22:28
Melinda Aksa Tinjau Kebun Aku Hatinya PKK di Ujung Pandang, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga
Pedomanrakyat.com, Makassar – TP PKK Kota Makassar kembali melanjutkan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) serta peninjauan langsung kebun Aku Hatiny...
Ekonomi04 Mei 2026 21:29
CEO BYD Haka Auto Hariyadi Kaimuddin Berbagi Kunci Sukses di Graduation Super Mentorship IATI ITB
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Showroom BYD Haka Bintaro menjadi saksi antusiasme alumni dan mahasiswa Teknik Industri ITB dalam acara “Grad...
Metro04 Mei 2026 20:28
Pemkot-Kemensos Perkuat Sinergi, Makassar Siap Jadi Pilot Project Panti Sosial Bermutu
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta dengan agenda strategis memperkuat sinergi p...
Politik04 Mei 2026 19:32
Bercadar, Andi Putriana Keliling Desa-Kecamatan di Selayar, Gaungkan Rumah Bersama PSI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bercadar namun aktif turun langsung ke lapangan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (P...