Perosotan Kenjeran Surabaya Ambrol, Korban Cedera Otak hingga Patah Tulang – Polisi Lakukan Penutupan

Nhico
Nhico

Sabtu, 07 Mei 2022 19:48

Perosotan Kenjeran Surabaya Ambrol.(F-INT)
Perosotan Kenjeran Surabaya Ambrol.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Surabaya – Korban perosotan ambrol di Kolam Renang Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, dilaporkan berjumlah sembilan orang. Mereka menderita patah tulang bahkan satu di antaranya diduga cedera otak.

Plt BPBD Kota Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan korban perosotan ambrol di Kolam Renang Kenpark itu sebagian besar adalah anak-anak.

Dari sembilan korban tersebut, satu anak dilaporkan dalam kondisi cedera pada bagian kepala. Anak tersebut diindikasi mengalami gegar otak, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Polisi menutup sementara Kenpark Surabaya, usai insiden perosotan ambrol setinggi 10 meter, yang menyebabkan sembilan korban luka-luka.

Penutupan ini disampaikan langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino. Hal itu diperlukan untuk mencari tahu penyebab ambrolnya wahana perosotan tersebut.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional25 Agustus 2026 21:30
Tegas! Kemenhut Jatuhkan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla, Ini Daftarnya
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan H...
Metro25 Agustus 2026 20:28
Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Makassar turut dimanfaatkan untuk m...
Metro25 Agustus 2026 19:26
DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Serta Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat fasilitas pengelolaan persampahan dengan memastikan dukungan sarana dan...
Metro25 Agustus 2026 18:33
Wali Kota Makassar Serukan Camat Dan Lurah Sepakati Waktu Buang dan Angkut Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk memastikan validitas data penerima progra...