Pj Gubernur Bahtiar Puji Pengendalian Inflasi Pemkot Makassar

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 17 Oktober 2023 18:37

Pj Gubernur Bahtiar Puji Pengendalian Inflasi Pemkot Makassar

Pedomanrakyat.com, Makassar – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin memberi apresiasi terhadap pengendalian inflasi dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perdaganga (Disdag) Makassar.

Hal tersebut disampaikan saat memantau harga sembako di Pasar Daya, Makassar, Selasa (17/10/2023).

“Pengendalian harga beras yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar, Bulog dan Badan Ketahanan Pangan sangat luar biasa. Harga beras kita lumayan stabil,” kata Bahtiar.

Bahtiar mengakui, program pengendalian inflasi Pemkot Makassar menggunakan mobil inflasi terkoneksi dengan aplikasi inflasi, keren dan inovatif.

“Program pemerintah soal beras ini patut kita pertahankan. Ini membuktikan Kota Makassar punya inovasi, ada mobil inflasi, itu keren,” ujarnya.

Meski cenderung stabil, Bahtiar mengakui ada beberapa komoditi yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat Sulsel mengalami kenaikan harga. Seperti jeruk nipis, kelapa, dan cabai rawit.

“Itu jeruk nipis karena kita suka makan Coto itu naik, dari Rp8 ribu (Per kg) menjadi Rp10 ribu. Kelapa juga naik sekitar Rp1.000, itu juga menjadi kebutuhan kita, karena kita suka makan yang santan-santan. Mungkin yang naik lagi, iya cabai rawit,” urainya.

Khusus untuk cabai rawit, Pemprov Sulsel lewat TP PKK Sulsel dan PKK Kabupaten Kota se-Sulsel mendorong Gerakan Penanaman 10 Pohon Cabai Rawit di setiap rumah, untuk mengatasi inflasi, khusus komoditi cabai rawit.

Lanjut Bahtiar, Pemprov bersama Pemda kabupaten kota sudah mendorong bagaimana cabai ini kita atasi bersama-sama. Ini masalah hampir di seluruh daerah, cuman kita dorong bagaimana ada tanaman cabai di setiap rumah.

“Kalau itu benar-benar ada di setiap rumah dan setiap daerah melaksanakan, Insya Allah masalah cabai rawit tidak jadi permasalahan lagi. Ini naiknya dua kali lipat loh dari Rp15.000 naik menjadi Rp 30.000 sampai Rp40.000,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, yang menjadi perhatian bersama, meskipun secara umum barangnya ada, tapi harganya yang memang harus didorong mulai di tingkat hulunya harus diurus.

“Pekarangan harus kita tanami cabai, kita tanami tomat, Insya Allah ini akan diatasi. Nanti kami akan bicarakan lagi di internal bagaimana cara mengatasi produksinya yang kurang, sehingga harganya yang meningkat bisa ditekan,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional08 Juli 2026 20:30
Menhut Raja Juli Antoni: ASN Muda Motor Perubahan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni resmi mengambil sumpah jabatan dan melantik ribuan Aparatur Sipil Negar...
Edukasi08 Juli 2026 19:28
TPN XIII Makassar–Gowa Hadirkan Ruang Berbagi Praktik Baik Bersama bagi Ratusan Guru
Pedomanrakyat.com, Makassar – Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pendidikan menghadapi tantangan yang tidak lagi sekadar berkaitan de...
Metro08 Juli 2026 18:30
Pemkot Makassar Usulkan 79 Sekolah ke Pusat Agar Revitalisasi, Sekolah di Pulau Masuk Daftar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mendampingi Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Das...
Politik08 Juli 2026 17:26
Lukman B. Kady: Musda XI Golkar Sulsel Digelar 18 Juli, Ketum Bahlil Dijadwalkan Membuka Acara
Pedomanrakyat.com, Makassar – Panitia Penyelenggara atau Organizing Committee (OC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan m...