Pedomanrakyat.com, Jakarta – Putri Candrawathi mengaku baru tahu Brigadir N Yosua Hutabarat tewas di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, sehari setelah kejadian penembakan.
Putri mengatakan dia tahu dari penjelasan suaminya, Ferdy Sambo.
“(Tahu Yosua meninggal) tanggal 9 Juli. Waktu itu Pak Ferdy Sambo ada di kamar sama saya, saya menanyakan kemarin ada kejadian apa di 46 (Duren Tiga), terus suami saya sampaikan bahwa Richard menembak Yosua hingga meninggal dunia. Suami saya sudah melaporkan ke Pak Kapolri bahwa peristiwa itu terjadi karena tembak-menembak antara Yosua dan Richard disebabkan karena Yosua melecehkan saya,” ujar Putri Candrawathi saat bersaksi di PN Jaksel, Senin (12/12/2022).
Baca Juga :
Putri menjadi saksi dalam sidang pembunuhan Yosua dengan terdakwa Kuat Ma’ruf, Bripka Ricky Rizal, dan Bharada Eliezer. Putri mengaku saat itu kaget dan marah karena dia dibawa-bawa dalam peristiwa penembakan itu. Dia mengaku menangis mendengar hal itu.
“Lalu saya kaget dan saya marah kepada Pak Sambo saat itu dan saya menangis, saya sampaikan kepada suami saya, kenapa saya diikut-ikut dalam peristiwa tersebut. Saya menangis lalu suami saya pergi keluar dari kamar,” ucap Putri.
Putri juga mengaku tidak melihat jenazah Yosua setelah mendengar suara letusan di Duren Tiga.
Putri mengaku keluar dari kamar setelah mendengar suara tembakan dari luar, tapi dia menyebut tidak melihat jenazah Yosua.

Komentar