Refly Harun Sebut Jokowi Belum Utuh Jadi Presiden, Ferdinand Hutahaean Ingatkan Saat Jadi Komisaris

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Sabtu, 30 Januari 2021 12:14

Refly Harun-Ferdinand Hutahaean (ist)
Refly Harun-Ferdinand Hutahaean (ist)

Pedoman Rakyat, Jakarta – Kasus rasis Natalius Pigai masih ramai dibicarakan. Kini, ahli tata negara, Refly Harun ikut menanggapi. Ia mengaitkan kasus ini dengan ketegasan Presiden RI Joko Widodo.

Menurut Refly, saat ini Jokowi belum utuh menjadi presiden untuk rakyat Indonesia. Jokowi masih jadi presiden untuk pendukungnya saja.

Kritik tersebut dia lontarkan melalui kanal Youtube Refly Harun dalam video yang diunggah pada Minggu (24/1/2021) bertajuk ‘Prihatin! Rasisme Pigai!’.

Dalam video tersebut, Refly menyebut bahwa orang-orang yang mencoba kritis terhadap pemerintahan Jokowi akan dianggap sebagai kelompok yang antipemerintah.

“Selalu mereka-mereka yang kritis dengan pemerintahan Jokowi akan selalu dianggap sebagai kelompok yang antipemerintah,” kata Refly Harun yang dilihat pedomanrakyatdotcom, pada Sabtu (30/1/2021).

Dari banyak dasar, Refly memberikan kritik kepada Jokowi. Menurut dia, hingga saat ini Jokowi belum tampil sebagai Presiden Republik Indonesia. Akan tetapi, menurut Refly Harun, Jokowi masih tampil sebagai presiden yang didukung oleh warga negara yang mendukungnya.

“Harusnya presiden Jokowi yang tampil sebagai pemimpin untuk seluruh rakyat. Kritik terbesar saya, ternyata Presiden Jokowi belum mampu untuk tampil sebagai Presiden RI yang seutuhnya. Baru tampil sebagai Presiden RI yang mendukung presiden. Jadi warga negara yang mendukung presiden,” jelas Refly.

Menanggapi kritik Refly Harun, pegiat media sosial sekaligus eks politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut Refly sudah aneh dan jagal.

Melalui sebuah video yang dibagikan langsung di akun Twitternya, Ferdinand diawal-awal mempertanyakan dasar penilaian Refly sehingga menyebut Jokowi belum utuh sebagai presiden.

“Pendapat saudara Refly Harun yang menyatakan Pak Jokowi belum presiden sepenuhnya, menurut saya aneh dan jagal,” kata Ferdinand Hutahaean.

Presiden Jokowi, lanjut Ferdinand sudah memperlihatkan demokrasi yang sehat di Indonesia. Terbukti, rivalnya di Pilpres sebelummya yakni, Prabowo hingga Sandiaga Uno sekarang sama-sama dalam kabinet Indonesia Maju.

“Jadi, pertanyaan saya kepada saudara Refly Harun. Pada saat ini kau tidak merasa Pak Jokowi adalah Presidenmu? Apakah kau hanya merasa Jokowi presidenmu ketika anda jadi komisaris?,” tanya Ferdinand sambil menunjuk ke layar kameranya.

Tak seharusnya, lanjut Ferdinand, pendapat seperti itu dikeluarkan dan dikaitkan sesuatu yang tidak terkait. “Siapapun pelaku rasisme pasti kita dukung diproses hukum. Tetapi beropini secara sesat dan membangun opini asumsi yang tidak baik, harus diluruskan,” katanya.

“Bahwa perkataan saudara Refly mengada-ada. Jokowi saat ini adalah presiden seluruh rakyat Indonesia. Janganlah merasa tidak jadi presiden karena sudah tak jadi komisaris,” tutup Ferdinand.

Perlu diingat, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mencopot Refly Harun dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi17 April 2026 11:48
Bursa Sajadah Hadir di Makassar, Mudahkan Warga Siapkan Kebutuhan Ibadah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, d...
Metro17 April 2026 08:02
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan...
Metro16 April 2026 23:24
Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, PKL di BTP Bongkar Lapak Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026),...
Metro16 April 2026 23:03
Bahas LKPJ hingga Larut Malam, Komisi E Tegaskan Kesehatan Masyarakat Tak Boleh Dikompromi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel...