Tak Punya Istri, Siapa 3 Wanita yang Disebut Menteri HAM Natalius Pigai Jadi Pacarnya

Nhico
Nhico

Minggu, 05 Januari 2025 22:02

Menteri HAM Natalius Pigai.(F-INT)
Menteri HAM Natalius Pigai.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pengakuan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang mengaku memiliki tiga pacar sontak bikin kaget publik.

Pria asal Papua itu mengungkapkannya dalam sambutan di acara Pengangkatan Dalam jabatan Manajerial Kementerian HAM, Selasa (31/12/2024).

Pigai, sapaan akrabnya menyebut sudah 13 tak memiliki istri.

Kendati demikian publik cukup dibuat kaget mendengar pidato Pigai yang menyebut memiliki pacar hingga tiga orang.

Kala itu, Natalius Pigai mewanti-wanti anak buahnya untuk tidak main mata.

“Enggak boleh main mata antarpasangan, laki-laki, perempuan. Saya sudah 13 tahun tidak punya istri cuma 3 pacar, 3 bos,” kata Pigai, dikutip dari video di kanal Youtube KemenHAM.

Natalius Pigai mengaku selalu berperilaku baik, sehingga tidak ada teror atau permasalahan yang dihadapinya di media sosial.

“Saya 3 aja saya nggak pernah macem-macem, Instagram terbuka, Twittter terbuka, Facebook terbuka, WA terbuka, nggak ada yang teror saya, karena memang kita baik,” ujarnya.

“Nggak boleh (main mata). Kalau ketahuan, saya copot,” sambungnya.

Potongan video ketika Natalius Pigai menyampaikan pidato tersebut beredar viral di media sosial dan menuai kontroversi di kalangan warganet.

Lantas, siapa sosok tiga wanita yang menjadi pacar Menteri HAM Natalius Pigai?

Hingga kini tak ada informasi pasti mengenai sosok wanita yang jadi kekasih Pigai.

Sosok Natalius Pigai

Natalius Pigai dikenal sebagai tokoh HAM yang lahir di Paniai, Papua Tengah, pada 25 Desember 1975.

Sejak usia muda, Pigai sudah menunjukkan tekad kuat dalam membela hak-hak masyarakat, khususnya kelompok-kelompok yang terpinggirkan.

Pigai adalah lulusan Sekolah Tinggi Pemerintah Masyarakat Desa di Yogyakarta, tempat ia memperoleh gelar Sarjana Ilmu Pemerintah (S.I.P.).

Selain bersekolah di pendidikan formal, Pigai juga terjun di berbagai pelatihan dan pendidikan non-formal.

Pada 2003, Natalius Pigai mengambil pendidikan statistika di Universitas Indonesia.

Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2005.

Pigai juga menyelesaikan pendidikan kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara pada 2010-2011.

Karier profesional Pigai dimulai sebagai staf khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari tahun 1999 hingga 2004.

Selama periode tersebut, ia terlibat dalam berbagai isu penting, termasuk sebagai moderator dialog interaktif di TVRI dari 2006 sampai 2008.

Kontribusinya terus berlanjut saat ia menjadi konsultan Deputi Pengawasan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias dan tim asistensi di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 2010-2012.

Sebagai putra asli Papua, Pigai tidak pernah melupakan tanah kelahirannya.

Ia aktif di berbagai lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada hak-hak kelompok terpinggirkan, seperti Yayasan Sejati dan Yayasan Cindelaras.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...